Minggu, 09 Februari 2020

Motivation for today


I never forgrt about everything who happen to my life. Thats is so good, and made the best person of mylife, The are become sunrise and shining to mylife.  This time I looked back my journal. And the content of my journal mde my happy. Whatever Ifelt.

Inspirasi kehidupan Dina
Masa remaja hanyalah tujuh tahun, begitu singkat, tetapi ketujuh tahun ini mempengaruhi enam puluh satu sisanya, demi kebaikan ataupun demi keburukan, dengan cara yang sangat ampuh. (Sean Covey)
Surat cinta untuk kawanku –tentang surat kosong
Kehidupan kita merupakan hasil dari apa yang dibuat oleh pikiran kita. (Marcus Aurelius)
Kehidupan kita juga tidak jauh beda dengan itu. Ia bisa dianggap kosong dan diabaikan, tapi juga bisa dianggap bermakna untuk dijalani dan dihormati.
Menulis kehidupan
Aku tidak minta berjalan dijalan setapak yang mulus, atau memikul beban yang ringan. Aku berdoa minta kekuatan dan ketabahan untuk mendaki jalan yang bertaburan batu karang. Berilah aku keberanian sehingga aku bisa memanjat ke puncak yangpaling sulit sendirian, dan mengubah setiap balok sandungan menjadi batu pijakan. (Gail Brook)
Kalau memang kamu mempunyai bakat yang diperlukan, tentu saja kamu tak akan mempedulikan apa yang saya katakan!
Ketika dilahirkan ke dunia, setiap orang diberikan selembar kertas kosong untuk menulis apa saja. Sebagian orang menulis banyak, sebagian yang lain menulis sedikit saja, sedangkan yang sebagian lagi hanyalah menyuruh orang lain menuliskan untuk mereka. Siapa yang salah?













Yang terbaik untuk hari ini
Kemarin adalah cek yang dibatalkan. Besok pagi adalah surat promes. Hari ini adalah tunai. Gunakanlah. (anonymous)
Satu-satunya cara untuk bisa menghayati hai ini dengan sepenuhnya adalah dengan  menganggap seolah-olah  hari ini adalah hari terakhir dalam hidup kita.
 Hari ini kita massih punya kesempatan untuk menentukan berapa banyak “kerikil” yang ingin kita pungut. Hari ini kita masih bisa memiliki kekuatan untuk memutuskan mutu “kerikil” yang ingin kita simpan  dalam kehidupan kita.








Takdir Agung
Penemuan psikologis yang paling penting abad ini adalah penentuan citra diri (Maxwell Maltz)
Pernahkah kamu berfikir untuk apa kamu hidup di dunia ini?
Pernahkah kamu merenungkan apa tujuan Tuhan menciptakanmu hingga bisa hidup sampai hari ini?
“ Saya tidak bisa melakukan apa yang kalian minta, karena saya dilahirkan untuk menjadi seorang Raja.
Sampai hari ini, pernahkah terlintas dalam pikiranmu; untuk apa kau dilahirkan?
Bagaimana caramu berfikir?
Pelajaran terpenting yang pernah saya pelajari merupakan pentingnya apa yang kita pikirkan. Jika saya tahu apa yang kamu pikirkan, saya akan tahu siapa kamu, karena pikiran adalah dirimu yang sebenarnya. Dengan jalan mengubah pikiran, kita bisa mmengubah jalan hidup kita (Dale Carnegie).
Situasi Berubah kalau kita berubah
Kamu memang tidak bisa selalu mengendalikan keadaan. Tetapi kamu bisa mengendalikan pikiranmu sendiri. (Charles E. Poplestone)
Tempat terbaik untuk memulai segala sesuatu adalah tempat dimana kita berada. Kalau kita mau berubah, maka situasipun berubah, dan keadaan akan berubah. Setidaknya , kita akan melihat semuanya dengan pandangan yang berubah.
Keadaan yang tepat
Orang selalu menyalahkan keadaaan. Saya sih tidak percaya kepada keadaan. Orang yang berhasil di dunia ini adalah orang yang bangkit dan mencari keadaan-keadaan  yang mereka inginkan. Dan kalau tidak ketemu, mereka menciptakan keadaan2 tersebut (George Bernard Shaw)
“ Keadaan yang tepat” itu selamanya tidak akan pernah ada kalau kita hanya menunggu  atau menantikannya, karena “ keadaan yang tepat” itu baru terwujud jika kita menciptakannya. Dan itu bukannya besok atau di waktu yang akan datang, sebab usia yang tepat adalah sekarang, tempat yang tepat adalah disini, dan waktu yang tepat adalah hari ini.
 Bertindaklah Sekarang
Tidak ada yang brilian atau hebat dalam tindakan saya, kecuali mungkin satu hal; saya melakukan hal-hal yang saya yakin harus dilakukan, dan ketika saya memutuskan untuk melakukan sesuatu, saya segera bertindak! (Theodore Roosevelt)
Berhati-hati itu perlu, karena tanpa hati-hati kita sama saja berjalan dengan menutup mata. Tetapi terlalu berhati-hati akan menghambat langkah kita  menuju kemanapun. Waspada itu harus. Tetapi terlalu waspada akan membuat kita lumpuh tanpa mampu berbuat apa-apa. Pertimbangan itu wajib. Tetapi terlalu banyak dan terlalu sering menimbang akan membuat kita terus menunda-nunda apa yang seharusnya kita lakukan sekarang
“Bahaya terbesar dari hidup ini adalah ketika kamu terlalu berhati-hati, “ kata Alfred Adler.
 Jika kamu pernah ditolak  saat mengungkapkan cinta, maka kamu lebih baik  dari orang yang tak pernah ditolak karena memang tak pernah memiliki keberanian untuk mengungkapkan cinta.
Keputusan paling baik yang dapat kamu  buat adalah keputusan untuk bertindak. Sekarang! Sukses tidak menunggu. Sukses menghindar dari orang yang tidak mau meraihnya. Bertindak sekarang! Semua orang sukses  adalah orang yang bertindak.
Tetapi , filsuf Bergson mengingatkan, “ Bertindaklah sebagai seorang yang selalu berfikir, dan berfikirlah sebagai orang yang selalu bertindak.














Semuanya Membutuhkan Harga
Semua yang layak dicapai memang sulit dan memerlukan kehendak, tujuan, cita-cita, kegoyahan, kejatuhan, kebangkitan  dan terus maju walaupun  ada semua kemunduran tersebut, maju terus dan tegas. Akan tetapi sasaran untuk mengakhiri perasaan kosong yang membunuh kegembiraan dan menggantinya dengan kegembiraan dan kepuasan yang lengkap memang sepadan dengan semua kesulitan yang diperlukan untuk mencapainya. ( Norman Vincent Peale)
Semuanya membutuhkan harga yang layak untuk membayarnya. Jangan pernah menyangka sukses dan segala kenikmatan dalam hidup ini bisa dicapai secara tiba-tiba dalam semalaman.
Michelangelo Disebut oleh sejarah sebagai salah seorang jenius dalam pekerjaannya. Tapi Michelangelo sendiri mengatakan bahwa, “ kalau saja orang-orang tahu betapa kerasnya saya bekerja, mereka pasti tidak akan bilang bahwa saya seorang jenius.
Ketika actor Paul Newman dielu-elukan karena meraih sukses hanya dalam waktu satu malam pertunjukannya di Broadway, ia tersenyum pahit. “Memang”, katanya, “hanya satu malam. Tapi orang tidak tahu bahwa sebelum malam ini, tentang waktu sepuluh tahun pengalaman bermain dalam berbagai kelompok sandiwara keliling, dimana saya sudah merasa bahagia kalau diberiuang transport ala kadarnya.”
 Ketika kamu bertemu dengan seorang yang sangat sukses  dalam pekerjaannya, maka ingatlah bahwa  kesuksesannya tidak hadir dalam satu malam, tapi melalui proses perjuangan dan kerja keras, pengorbanan dan jatuh bangun. Karena memang semuanya membutuhkan proses , semuanya memiliki harga. Dan… Tuhan tahu bagaimana memasang harga yang tepat untuk setiap barang-Nya.









 Bukalah Kembali Diarimu
Jika perjuangan manusia dimulai dengan dirinya sendiri, ia pantas menerima sesuatu (Robert Browning)
Bayangkan empat buah kursi di hadapan kita. Marilah kita letaklan seorang yang berbeda di setiap kursi. Yang satu tidak bisa bicara, yang satu tidak dapat berjalan, dan satu tidak dapat melihat, yang satunya lagi tidak dapat mendengar. Walaupun mereka mempunyai hambatan fisik dan faktor-faktor lainnya, masing-masing orang ini memiliki satu hal, yaitu sikap “SAYA BISA”
Orang pertama dilahirkan dengan lidah yang kelu, dan nyaris sama sekali tidak bisa bicara. Dia bersumpah akan membuat lidahnya bekerja, karena dia membunyai sesuatu untuk dikatakan. Diapun keluar setiap hari kehutan dan berlatih dengan membuat lidahnya bekerja dengan cara memasukkan kerikil ke dalam mulutnya dan kemudian berteriak. Dia terus melatih dirinya, sampai kemudian dia menjadi seorang ahli pidato terbesar diantara bangsa Yunani. Siapakah orang ini? Demosthenes.
Orang yang duduk di kursi kedua berkata, “ Walaupun polio menyebabkan saya harus duduk di kursi roda, saya akan melakukan sesuatu yyang hebat untuk negara saya.” Benarka demikian? Orang ini berhasil menjadi Gubernur  di New York dan terpilih menjadi Presiden AS sampai empat kali. Siapakah dia? Franklin Delano Roosevelt.
Orang yang ketiga merasabahwa walaupun dia buta, dia bisa menciptakan lukisan yang indah dalam pikiran orang lain. Benarkah begitu? Dia menulis puisi-puisi yang indah seperti “Paradise Lost”  dan Paradise Regined” yang tetap memukau banyak orang sampai sekarang. Siapakah orang ini? John Milton
Sementara orang keempat mempunyai keyakinan yang besar sekali dalam dirinya dan berkata, “ walaupun kenyataannya saya tuli, saya akan memasukkan bunyi ke dalam telinga orang lain yang akan abadi.” Keyakinannya terwujud menjadi kenyataan karena bahkan sampai hari ini pun musik-musik karyanya tetap dinikmati oleh banyak orang di seluruh dunia. Siapakah dia? Ludwig Van Beethoven.
Helen Keller  juga menderita buta, bisu, sekaligus tuli, tapi dia mampu menjadi salah satu wanita yang terbesar di AS dan dikagumi di seluruh dunia. Mereka berhasil meskipun cacat, barangkali justru karena cacat-sasatnya itu. Setiap orang mempunyai masalah, kesukaran dan kekurangan, baik jasmani maupun rohani, yang harus diatasi untuk mendapatkan cita-cita hidup.
Hari ini, bukalah kembali diarimu!
Setiap orang memiliki kekurangan, sebagaimana setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing. Yang harus menjadi fokus kita sebenarnya bukanlah kekurangan-kekurangan yang kita miliki, tapi berfikir bagaimana  dengan potensi dan kelebihan yang kita miliki bisa mewujudkan impian dan cita-cita kita. Kalau kekurangan (baik kekurangan fisik, pendidikan, uang atau hal lainnya) menjadi alasan untuk mundur dan berhenti  berjuang menggapai cita-cita, itu sama artinya kamu telah mengubur diri kamu sendiri selagi masih hidup. Banyak orang yang sekarang kita kenal sebagai orang-orang besar dulunya juga memiliki kekurangan-kekurangan. Nama mereka tetap abadi  dan dikenal orang meski jasad mereka telah terkubur bersama tanah. Mengapa? Karena mereka tak menghiraukan kekurangan-kekurangan yang mereka miliki, tapi lebih berfokus pada potensi dan kelebihan-kelebihannya.





Yakinilah Maka Dunia pun Akan Meyakini
Langkah pertama yang penting agar sukses dalam bidang apapun adalah kesabaran dan keyakinan bahwa ia akan berhasil (John D. Rockefeller)
semua prinsip dan perhitungan dalam aerodinamik, sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh Mark Link, menyangkal bahwa lebah bisa terbang. Demikian juga para ahli menyatakan bahwa mustahil bagi leba dapat terbang dengan sayap kecil yang lembek dan tidak berkembang. Namun lebah tidak mendengat teori tersebut, sehingga ia bisa terbang. Mempercayai keterbatasan-keterbatasan tanpa mengujinya bisa menjadi dalih untuk merasa puas.
Sejauh kamu berfikir kamu tidak bisa, maka selamanya kamu tidak akan pernah bisa. Jadi jangan biarkan orang lain memberitahu bahwa kamu tidak bisa. Dan yang lebih penting lagi, jangan mengatakan pada diri sendiri  bahwa kamu tidak mampu. Belajarlah dengan keyakinan  bahwa kamu bisa, bahwa kamu mampu, dengan cara mencoba dan melakukannya.
Jauh sebelum menulis buku “ Think and Grow Rich” yang fenomenal, Napoleon Hill mengalami saat-saat hidup yang begitu pahit. Kemiskinan keluarganya seolah menjauhkannya dari kesuksesan hidup. Napoleon Kecil ingin menjadi seorang penulis buku terkenal, namun karena kenyataan kerasnya hidup begitu menentang dan memustahilkan impian dan cita-citanya. Sampai kemudian ia berhasil memiliki kamus sebagai modal awal untuk memulai karir penulisannya. Pertama kali ia membuka huruf “I” dengan kata ‘Imposible’ lalu ia mengguntingnya dan mengatakan bahwa “ tak ada kemustahilan”. Ia  pun dikenal sebagai seorang penulis sekaligus pemikir besar. “APAPUN YANG BISA  KAU IMPIKAN, KAU BISA MENCAPAINYA.
Salah satu resep sukses yang paling pasti mengantarmu pada tujuan adalah keyakinan yang penuh pada tujuan itu. Milikilah keyakinan, meski kenyataan seakan mengaburkan keyakinanmu. Tetaplah yakin, dan ketika kau meyakini itu, maka duniapun akan ikut meyakininya. Apa saja mungkin… Keyakinan adalah hakikat hal yang diharapkan, bukti hal-hal yang diharapkan, bukti hal-hal yang tak terlihat.






Kebaikan Hati
Tebarkanlah cinta kemana pun engkau pergi; pertama-tama didalam runahmu sendiri. Berikan cintamu kepada anak-anakmu, kepada istri atau suamimu, kepada seorang tetangga sebelah rumah…
Jangan pernah membiarkan seseorang datang kepadamu, lalu pergi begitu saja tanpa merasa lebih bahagia dan lebih baik.
Jadilah ekspresi hidup dari kebaikan hati Tuhan; kebaikan hati di wajahmu, kebaikan hati di matamu, kebaikan hati dalam senyumanmu, kebaikan hati dalam salam hangatmu (Mother Theresa).
Franklin Delano Roosevelt yang menerima surat dari bawahannya, tentang permohonan bantuan biaya. Roosevelt membalas dan memberikan sejumlah uang, akan tetapi dalam suratnya ia menyatakan bahwa, uang yang dipinjamkan kepadanya adalah ‘utang’, jika masalahnya sudah selesai, dia harus memberikannya kepada orang lain yang membutuhkan bantuan.
Selalu ada cara untuk berbuat baik, selalu ada cara untuk menyampaikan kebaikan hati. Kita memang sulit untuk bisa berbuat baik kepada semua orang, tetapi kita bisa berbuat baik  kepada setiap orang. Kita memang sulit untuk bisa melakukan hal-hal besar, tetapi kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan cara yang besar.
Demi Waktu
       Manusia yang berani membuang satu jam waktunya, berarti ia belum menemukan nilai kehidupan (Charles Darwin)
Elisabeth Kubler- Ross mengatakan, “ Hanya bila kita benar-benar sadar dan mengerti bahwa waktu kita di dunia ini terbatas, dan bahwa kita tak punya cara untuk mengetahui kapan waktu kita habis- kita akan menghayati setiap hari dengan sepenuhnya, seolah-olah hidup kita hanya tinggal sehari itu”.
Tapi seberapa banyak dari kita yang telah menyadari itu? Setiap hari, kita menghabiskan banyak waktu untuk hal-hal yang tak berguna, untuk sesuatu yang tak memberi  manfaat apapun bagi hidup kita. Padahal waktu adalah salah satu milik kita yang paling berharga. Ia tak bisa dibeli dengan uang, tak bisa ditebus dengan apapun, juga yang berapa pun banyaknya. Ratu Elisabeth sempat mengatakan, “ Saya rela mengorbankan seluruh harta milik saya demi waktu”.
Apakah kamu mencintai  kehidupan? Kalau ya, maka dengarkanlah nasihat  Benjamin Franklin, “ Jangan menbuang-buang waktu , karena waktulah yang menciptakan kehidupan.”
Charles Darwin juga menyatakan hal yang tak jauh berbeda. Katanya, “Manusia yang berani membuang satu jam waktunya berarti ia belum menemukan nilai kehidupan.”
 Hugo L. Black, yang masuk Senat Amerika Serikat tanpa latar belakang pendidikan Perguruan Tinggi, juga menyediakan waktu khusus selama satu jam dalam setiap harinya untuk membaca buku di Perpustakaan Konggres. Dengan waktu yang sedikit di tengah-tengah kesibukannya sebagai seorang anggota badan legislative itu dia mempelajari banyak bidang, termasuk ekonomi, sejarah, filsafat, sastra dan lain-lain. Pada waktu Ia kemudian menjadi hakim di Pengadilan Tinggi Amerika, dia menjadi salah satu hakim yang paling terpelajar, dan seluruh bangsa pun memetik  manfaat dari pengetahuannya yang luas tentang kemanusiaan.
Kalau waktu yang begitu sedikit seperti itupun bisa menghasilkan sesuatu yang sangat besar nilainya, mungkin memang kita sudah harus segera mengevaluasi waktu  kita yang telah banyak terbuang sia-sia.



Waktu Untuk Bahagia
Waktu untuk berbahagia itu sekarang, tempat untuk berbahagia itu di sini, cara untuk berbahagia itu adalah dengan membuat orang lain berbahagia. Robert Green Ingersoll
Kpan kita ingin bahagia? Barangkali pertanyaan ini aneh namun terdengar logis di telinga. Tanpa kita sadari, kita sering kali menangguhkan waktu untuk berbahagia. Kita sering kali mendengar orang yang mengatakan, “ Saya baru saja merasakan bahagia kalau telah memiliki seorang pendamping hidup.” Atau, “ Mungkin saya akan bahagia kalau penghasilan saya bisa lebih besar dari saat ini.” Yang lain mengatakan, “ Kebahagiaan saya akan terwujud kalau saya telah memiliki rumah dan mobil pribadi.”
Mengapa harus menunggu waktu  atau menantikan sesuatu hanya untuk merasakan bahagia, padahal kita bisa berbahagia setiap waktu, dan setiap saat?
Barang kali akan terdengar lebih logis ketika seseorang mengatakan, “Bagaimana mungkin saya bisa bahagia kalau saat ini saya tengah dililit utang? Kalau utang saya telah lunas barulah saya bisa merasa bahagia.” Dan ketika hutang telah lunas, anak sakit keras dan dirawat di runah sakit. Kitapun menangguhkan lagi waktu untuk berbahagia, Ketika anak sembuh, barang-barang berharga hilang  di curi orang, dan rasanya sangat tak masuk akal kalau sampai bisa sampai merasa bahagia. Ketika barang yang hilang berhasil ditemukan atau kita bisa membeli yang lebih bagus , televise  rusak dan perlu direperasi. Dan kitapun berfikir, bagaimana bisa bahagia kalau tak bisa menonton acara favorit di televisi?
Kalau kita mendasarkan kebahagiaan pada sesuatu atau pada suatu waktu tertentu, maka kebahagiaan akan seperti bayang-bayang. Kita melihatnya dengan jelas ada di depan mata tapi ketika kita mencoba meraihnya, ia pun beranjak  semakin jauh dan kita terus mencoba untuk  meraihny. Kebahagiaan ada di setiap hari, yang di perlukan hanyalah  pikiran yang terbuka untuk bisa memahaminya. Kebahagiaan ada di setiap hati, dan yang perlu kita lakukan hanyalah menemukan serta mensyukurinya.





Semuanya Terserah Kita
Kebiasaan melihat segi yang baik dari setiap kejadian hidup merupakan sesuatu yang lebih berharga daripada memperoleh dollar setahun.  (Samuel Jackson).
Setiap pagi membawa kepada kita hari baru yang segar. Tapi kita bisa menjadikannya apa saja yang kita inginkan. Bangunlah setiap pagi pada sisi pikiran yang benar. Sikap yang kita gunakan setiap pagi menentukan jenis hari yang akan kita alami. Dan selama setiap hari, kita akan memperhatikan bahwa sikap mendatangkan suasana.
Setiap hari, setiap kali kamu membuka mata dan bangun  dari tidur di pagi hari, kamu mempunyai dua pilihan; apakah untuk merasa bahagia atau tidak bahagia. Apabila kamu memilih untuk bahagia, maka saat kamu membuka jendela kamu akan melihat langit yang cerah, udara yang sejuk, dan suara ayam yang berkokok akan terdengar sebagai nyanyian pagi yang sangat indah. Tetapi apabila kamu memilih untuk tidak bahagia, maka langit akan terlihat gelap dan kusam, udara akan terasa basah dan lembab, dan suara kokok ayam akan terdengar menjengkelkan di telingamu.
            Seperti yang begitu sering disampaikan oleh orang-orang besar, kita memang terkadang tak bisa mengendalikan keadaan dan lingkungan kita tapi setidaknya kita bisa mengendalikan diri kita , mengendaikan pikiran kita.
            Seumpama seperti sebuah saja berjudul “ Seonggok Jagung, karya penyair terkenal Indonesia W.S. Rendra. Isi sajak tersebut meceritakan tentang dua orang pemuda yang sama-sama memiliki seonggok jangung, tetapi respon yang dibeikan keduanya berbeda.
Pemuda yang pertama, ketika di beri seonggok jagung, dia merasa terhina dan menganggap bahwa seonggok jagung tersebut tidak ada gunanya, dan lebih baik di buang.
Tetapi berbeda dengan pemuda yang kedua,  ketika dia mendapatkan seonggok jagung tersebut, dia kemudian langsung berfikir untuk menanam jagung tersebut di  lahan yang subur, hingga menghasilkan onggokan jagung yang banyak dan berkualitas. Ia bahkan sudah membayangkan tungku-tungku yang menyala yang akan menjadiakan jagung panenannya sebagai makanan siap santap dan dapat menghidupi dirinya dan orang banyak.
            Dari kisah tersebut kita dapat tahu pemuda mana yang lebih memiki kemungkinan besar untuk sukses. Lalu kemudian pertanyaannya adalah hal apakah yang membedakan kedua pemuda tersebut?
Pikirannya!!
Pemuda pertama berfikir negative yang memandang seonggok jagung hanya sebaagai seonggok jagung yang biar dibuangpun belum tentu ada orang yang mau memungutnya. Sementara prmuda yang kedua memiliki pikiran yang positif sehingga seonggok jagung yang Nampak tanpa nilai vtu bisa diwujudkan menjadi bernilai.
Kita dalam kehidupan ini, juga seringkali menghadapi sesuatu yang tak jauh berbeda dengan apa yang dihadapi dua pemuda dalam sajak Rendra tersebut. Kita menghadapi banyak hal dalam hidup ini dan reaksi kita pun berlainan sesuai dengan isi pikiran kita. Ketika isi pikiran kita positif, kita menjadikan hal itu menjadi berguna, bermanfaat dan memberikan nilai untuk hidup kita. Sementara ketika isi pikiran kita negative, kita membiarkan saja hal itu terbuang sia-sia meski sebenarnya ada mutiara terpendam di dalamnya.
            Kita selalu bisa memilih untuk memikirkan segala sesuatu dari segi positif atau negative dalam pikiran kita. Kita bisa menyebut gelas itu setengah kosong atau setengah penuh. Kita bisa menganggap kotoran sapi sebagai hal yang menjijikkan dan perlu dijauhi atau sebagai pupuk yang bisa digunakan  dan menguntungkan . Kita  bisa memilih untuk merasa tersesat atau menganggap kita tengah memasuki wilayah yang baru. Kita bisa menentukan untuk berusaha keras menyelesaikan sesuatu  atau hanya khawatir dan  dan takut dengan kegagalan. Kita bisa menerima bahwa suatu masalah menguasai kita, atau kita bisa memilih  untuk memandang diri  kitalah yang menguasainya, lalu mencari peluang  yang tersembunyi di balik masalah tersebut. Sekalai lagi, semuanya itu terserah kita.
            Sepulang dari kuliah, sahabat saya Iin dirampok oleh dua orang preman pada saat perjalanan pulang ke rumah dan seketika itu satu-satunya laptop miliknya raib  di bodong oleh perampok tersebut. Sebelum tidur, ia kemudian menulis dalam buku diarynya, bunyinya begini;
“ Meski hari ini saya harus menghadapi tragedy, saya tetap ingin bersyukur. Pertama, saya bersyukur karena baru kali inilah saya dirampok. Kedua, saya bersyukur karena mereka hanya mengambil laptop saya, mereka tidak mengambil nyawa saya. Ketika, saya bersyukur karena sayalah yang di rampok, bukan saya yang merampok.”
Dan setelah itu, diapun bisa tidur dengan tenang.


½ TRUE STORY
Bagian pertama dari keputusan yang berhasil adalah membuat keputusan itu. Tindakan mebuat suatu keputusan hampir selalu lebih penting dari pada hakikat keputusan itu sendiri. Sebaliknya, tidak membuat keputusan akan membuat semua pilihan tidak tidak berlaku lagi, karena tindakan itu melumpuhkan kita. (Bob Urichuck)
Dua ekor katak tercebur dalam ember berisi susu. Merekapun kemudian mencoba  berenang agar tak tenggelam. Tapi usaha mereka sia-sia  karena mereka tak juga bisa keluar dari ember susu itu. Katak yang pertama menyerah. Dia menyvlangkan kaki pada badannya, lalu tenggelam dan mati. Sedangkan katak yang kedua tak putus asa.  Dia terus berenang, hingga merasakan bahwa susu dalam ember itu secara berlahan menjadi padat. Maka diapun terus berenang meski tak juga bisa keluar dari ember. Sampai akhirnya susu dalam ember itu berubah padat menjadi keju, dan si katak yang pantang menyerah  itupun keluar dari dalam ember.
Pemenang terus bergerak dan bertahan dalam kesulitan, pecundang memilih menyerah dan dikalahkan oleh kesulitan.
Kaum pesimis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, sementara kaum optimis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan.
Dua orang laki-laki duduk di bangku taman memandangi seekor tupai melompat dari sebatang pohon yang tinggi ke pohon lainnya. Tupai rupanya akan mencapai ranting yang terlalu jauh di luar jangkauan sehingga lompatan itu kelihatan seperti bunuh diri. Tupai itu akan meleset, tetapi selalu bisa mendarat dengan selamat di cabang lain di bawahnya, kemudian tupai memanjat keranting  yang menjadi tujuannya dan tampak merasa puas.
Laki-laki  yang tua berkata kepada laki-laki yang muda, “ Saya sudah melihat banyak tupai melompat seperti itu, terutama kalau ada binatang pemangsa di dekatnya, dan mereka tidak pernah jatuh ketanah. Banyak diantara mereka yang meleset mencapai ranting  yang ditujunya, tetapi saya belum pernah melihat ada tupai yang celaka dalam mencobanya”.
Kemudian dia tertawa dan berkomentar, “ saya rasa mereka paling tidak harus mengambil satu risiko atau mereka akan tetap berada di sebatang pohon seumur hidup”.
Setelah pengalaman itu, setiap kali laki-laki muda ini harus memilih antara mengambil resiko dalam situasi baru atau tetap bertahan , dia membayangkan laki-laki tua di bangku taman yang mengatakan, “ Mereka harus mengambil resiko kalau tidak ingin melewatkan seluruh hidupnya disebatang pohon saja.
Laki-laki yang lebih muda ini memikirkan dirinya…kalau seekor tupai saja berani mengambil resiko….. Apakah saya kalah berani dengan seekor tupai?












Jangan Pernah Menyerah
Dalam berjuang, orang akan sering mengalami penderitaan. Tapi alam akan mengganti segala penderitaan itu dengan kekuatan atau kebijaksanaan yang dipetik dari perjuangan tersebut. Tidak seorangpun pemimpin  yang berhasil, sejak zaman batu hingga zaman kita sekarang ini, yang tidak pernah mengalamiperjuangan (Napoleon Hill)
Sikap positif dan semangat pantang menyerah Winston Churchill dalam masa-masa yang gelap selama perang dunia kedua tercermin dalam dorongan semangat yang di berikannya kepada rakyat Inggris. Dia berkata, “Hari esok akan lebih baik. Hari kemenangan akan segera tiba. Dan kemenangan akhir akan menjadi milik kita!”
Sesudah perang, Churchill diundang untuk berbicara kepada anak laki-laki yang mendaftar di sekolah tempatnya belajar dahulu. Kepala sekolah menyuruh anak-anak agar menyiapkan  catatan dan mengutip segala hal yang akan diucapkan tamu mereka, sebab mereka akan mendengar kata-kata tokoh Inggris terbesar yang masih hidup. Winston Churchill berjalan ke panggung dan memandang ke wajah anak-anak itu. Dia menyadari bahwa kehidupan akan berisi banyak kesempatan  di samping tantangan bagi mereka. Begitu dia memulai berpidato , seluruh orasinya sederhana saja, “Jangan sekali-kali menyerah! Jangan sekali-kali menyerah! Jangan sekali-sekali menyerah! Jangan sekali-kali..! Jangan sekali-kali…! Jangan sekali-kali..!! Kemudian dia duduk. Kata-kata itu masih sama kuat dan sama berartinya pada zaman sekarang seperti pada waktu itu.
Hari ini, seorang ayah berkata kepada anak lelakinya. “ Anakku, kau harus menetapkan tujuan hidupmu, dan jangan pernah meninggalkannya. Apabila kau menghadapi tantangan yang berat, satu hal yang harus kau ingat adalah  jangan pernah menyerah! Ingatkah kau kepada Soekarno?”
Anaknya menjawab “ya.”
“Soedirman?”
“ya”
“Diponegoro?”
“ya”
“Kau tahu apa yang sama-sama mereka miliki?”  
“apa?”
Ayahnya berkata, “Mereka sama-sama tidak pernah menyerah. Ingatkah kau pada Singoludan?”
Anaknya menjawab, “Tidak. Siapakah dia ayah?”
Nah kan? Kau tidak mengingatnya! Ia menyerah.















Ayunkanlah Satu Langkah Lagi
Bertarunglah satu ronde lagi. Setelah kakimu begitu kelelahan  sehingga kamu harus menyeretnya ke tengah ring,  bertarunglah satu ronde lagi. Setelah lenganmu begitu kelelahan sehingga kamu hampir-hampir tidak bisa lagi mengangkat tangan untuk bertahan, bertarunglah satu ronde lagi. Setelah hidungmu berdarah, matamu lebam dan kamu begitu kelelahan sehingga  kamu menginginkan lawanmu memukul rahangmu  dan menidurkanmu, bertarunglah satu ronde lagi. Karena orang yang selalu bertarung  satu ronde lagi tidak pernahdikalahkan..!
                                                                                                            (James J. Corbett)
Ada pepatah Cina yang mengatakan, “ Perjalanan satu mil dimulai dengan satu langkah.” Jarak satu mil itu jauh, tetapi sejauh apapun sebuah jarak yang ditempuh, itu pasti diawali dengan satu langkah. Satu langkah itu begitu pendek, seperti tak berarti apa-apa, tetapi kalau selangkah demi selangkah terus dilakukan , maka langkah-langkah itupun akhirnya akan mencapai jarak satu mil.
Kesuksesan, keberhasilan dalam hidup adalah sebuah target yang besar, sebuah jarak yang jauh. Impian itu membutuhkan langkah demi langkah  yang tanpa henti untuk menujunya. Terkadang kesuksesan itu ada pada langkah yang keseratus , suatu jarak yan tak terlalu jauh, tetapi terkadang pula kesuksesan itu ada pada langkah yang keseribu, dimana kita harus merasa lelah dulu dalam melangkahkan kaki. Tak ada yang tahu dimana letak kesuksesan masing-masing orang. Yang kita tahu hanyalah bahwa kita harus terus melangkah  dan tidak mencoba untuk berhenti sebelum menemukan impian yang dituju.  Apabila jarak langkah kaki telah sampai pada langkah yang keseratus dan kesuksesan itu belum juga tertemukan  ayunkanlah satu langkah lagi , satu langkah lagi. Ketika langkah kaki telah mencapai dua ratus dan kita telah merasa lelah tetapi sukses belum juga tergapai, kembali ayunkan satu langkah lagi satu langkah lagi. Dan jika langkah kaki telah mencapai langkah kelima ratus, dan jarak kaki kita telah tersandung berkali-kali hingga berdarah-darah dan kita merasa sudah tak kuat lagi sementara sukses belum juga ketemu, teruslah ayunkan satu langkah lagi satu langkah lagi. Ynag penting jangan pernah berhenti! Jangan pernah bertindak konyol dengan berhenti dan menyerah kalah pada satu langkah, karena kita tak pernah tahu bahwa sukses itu ternyata ada pada satu langkah berikutnya.



Garis Sukses
Tak seorangpun mempunyai kesempatan untuk menikmati kesuksesan selamanya sampai ia mulai melihat ke cermin dan melihat penyebab yang sebenarnya dari semua kesalahan yang telah dilakukannya…
Kesuksesan akan mendatangi mereka yang mempunyai cita-cita dan terus mengejarnya meskipun ada hambatan dan kekecewaan… Setiap kesusahan mendatangka benih keuntungan yang setara atau lebih banyak.
                                                                                                            Napoleon Hill
Siapa yang berkeinginan  mencapai garis sukses dalam hidupnya harus  memiliki keuletan, ketabahan, dan kesabaran serta semangat perjuangan yang menyala-nyala dalam dadanya. Kadang perjalanan menuju sukses itu lurus tanpa banyak hambatan, tetapi kemudian ada belokan, dan jalan menurun serta licin yang terkadang sewaktu-waktu bisa menggelincirkan. Kadang pula jalannya menanjak dan berbatu-batu. Tetapi jangan pernah menyerah. Teruslah berlari , teruslah langkahkan kaki, teruslah susuri rute yang benar meski seberat apa pun , karena siapa tahu dibalik suatu belokan , sebuah garis sukses telah menanti…


 Hayatilah Impianmu
Semua mimpimu bisa jadi kenyataan jika kamu memiliki kebernian untuk mengejarnya.
                                                                                                            Walt Disney
Saat berumur 10 tahun, Walt Disney sudah bekerja sebagai pengantar Koran. Ia harus bangun pagi-pagi sekali, pukul 03.30 dini hari, dan dengan tubuh yang menggigil kedinginan dia sudah harus mengatarkan Koran kerumah-rumah para pelanggan. Dia tidak berpendidikan , karena keluarganya tengah jatuh miskin dan tak ada biaya untuk itu. Ketika usianya beranjak dewasa, Disney telah menemukan apa yang disenanginya dalam hidup ini, dan ia sudah memutuskan untuk bisa mencari penghasilan dari kesukaannya itu; menggambar kartun! Keluarganya menentang. Teman-temannya mencibir impiannya. Bagaimana mungkin kamu bisa hidup hanya dengan menggambar? Dan karena sedikit terpengaruh oleh mereka, Walt Disneypun sempat berfikir kalau impiannya terlalu muluk.
Tapi untungnya, Walt Disney memegang teguh impiannya dan mulai membangun ambisi di dalam dirinya. Dia terus mencari pekerjaan yang didambakannya,mencoba banyak lowongan kerja yang sekiranya bisa dia masuki. Tapi semuanya tanpa hasil. Walt Disney tak pantang menyerah.  Dia terus maju dengan impiannya. Ia terus gigih dan terus maju untuk mewujudkan cita-citanya. Karena kegigihannya inilah, seorang pendeta kemudian terkesan  dan menaruh simpati. Disney kemudian diberi kesempatan tinggal digudang Gereja dengan imbalan ia mau menggambar poster dan pengumuman untuk keperluan komunikasi gereja.
Walt Disney tinggal digudang gereja itu bersama sejumlah tikus gudang yang biasa berseliweran setiap hari. Sebagai seniman dia dianggap sebagai manusia aneh dan tak seorangpun mampu memahaminya. Dia kesepian, dan dalam kesepian itu dia kemudian bersahabat  dengan dua ekor tikus yang lalu menjadi sahabat sejatinya. Tikus-tikus inilah yang setiap hari menemaninya, bahkan menghiburnya.
Untuk membalas  budi baik kedua sahabatnya ini, Walt Disney kemudian membuat tokoh tikus tersebut menjadi gambar kartun serial untuk anak-anak gereja. Dan ternyata tikus-tikus Walt Disney sangat digemari. Kelak, kedua tikus itu akan menjadi tikus-tikus paing terkenal di dunia. Kamupun pasti telah mengenal mereka; Micky Mouse dan Minny Mouse!
Ia begitu percaya kepada kemampuannya , dan lebih dari itu, dia sangat yakin pada impiannya! Dan begitulah, setelah melalui berbagai perjuangan panjang yang nyaris membuat putus asa, Disney pun sampai juga pada anak tangga kesuksesannya. Gambar-gambar kartunnya telah begitu digemari, dan ketika difilmkan , kartun-kartun itupun terbukti disukai orang sedunia.
Disney terus melaju. Disneyland, proyek terbesarnya , menjadi impian baru baginya  yang juga ia yakini dapat ia wujudkan. Meski begitu banyak orang telah menentang impiannya ini, dan dengan begitu yakin mereka meyakinkan Disney bahwa dia akan gagal mewujudkannya Disney tak peduli. Dia menggunakan semua hartanya untuk membiayai pembangunan Disneyland. Dan hari ini, Disneyland telah dikunjungi oleh ratusan juta orang dari seluruh dunia!
Ketika Walt Disney meninggal dunia pada tahun 1966, dunia hiburan kehilangan salah seorang penciptanya yang paling besar. Sepanjang hidupnya ia telah menerima 900  tanda kehormatan, 32 piala Oscar, 5 piala Emmy, dan 5 gelar doctor honoris causa. Ia juga dianggap sebagai perintis sejarah animasi  dan salah seorang manusia  terkaya  di dunia. Ia telah mewujudkan impian-impiannya, jauh melebihi harapannya yang paling muluk sekalipun!
Saat ini, perusahaan Walt Disney telah menjadi sebuah perusahaan raksasa di dunia hiburan. Anak-anak diseluruh dunia pun terhibur  dengan kehadiran karya-karya Walt Disney ini. Menjelang akhir hayatnya , Walt Disney meninggalkan sebuah wasiat berupa pesan, “ Semua mimpimu bisa menjadi kenyataan jika kamu memiliki keberanian untuk mengejarnya.”















Catatan Hidup
Apapun yang kamu inginkan lebih dari apapun juga dalam hidup ini, itulah yang dapat kamu miliki ….., Jika kamu mengharapkan yang terburuk , kamu akan memperoleh yang terburuk. Jika kamu mengharapkan yang terbaik, kamu akan memperoleh yang terbaik.
Jika kamu berpikir benar, hal-hal akan berjalan dengan benar… Kamu dapat memikirkan jalan keluarmu dari kegagalan dan ketidakbahagiaan. Kamu dapat memikirkan jalanmu menuju keberhasilan dan kebahagiaan. Hidupmu terutama tidak ditentukan oleh kondisi-kondisi dan keadaan diluar dirimu  tetapi oleh pemikiran yang  biasa memenuhi pikiranmu.
                                                                                    Norman Vincent Peale
Thomas Watson pernah berkata; “Penuhilah hari-harimu dengan usaha-usaha ekstra! Hari-hari esok akan berjalan sendiri. Selain itu, hari-hari esok juga  akan berbalik mengurusimu.
Perjuangan hidup, dalam kebanyakan hal, memang dilalui dengan penuh liku, bagaikan mendaki bukit tinggi yang terjal. Menang tanpa perjuangan panjang adalah menang tanpa kebanggaan. Jika tidak ada kesukaran maka tidak ada kesuksesan. Jika tidak ada sesuatu yang diperjuangkan , maka tidak ada yang akan dicapai. Kesukaran mungkin menakutkan  bagi orang yang lemah. Namun memberikan peransang yang menyegarkan bagi orang yang tegas dan berani. Segala pengalaman hidup memang berperan membuktikan bahwa rintangan yang menghalangi kemajuan manusia pada umumnya  dapat diatasi dengan perilaku yang baik, semangat yang jujur, aktivitas, ketabahan, dan kebulatan tekad dalam mengatasi kesulitan.












Sekali Lagi, Jangan Pernah Menyerah
Entah saya gagal atau sukses bukanlah akibat orang lain melainkan diri saya sendiri. Sayalah sumber pendorong diri sendiri. Saya bisa menyingkirkan hambatan didepan saya  atau sesat dalam perangkapnya.
                                                                                                Elaine Maxwell
Sebelum terkenal dan menjadi kaya, Pablo Picasso adalah seorang seniman miskin yang merasa gagal dalam profesinya. Ia membuat banyak lukisan, tetapi tak satupun yang berhasil dijual. Ia nyaris putus asa dan sudah berencana untuk membuang semua hasil lukisannya  ke tempat sampah untuk melupakan selama-lamanya. Tetapi untunglah dikemudian berhasil menguasai diri dan mengurungkan niat konyolnya itu. Ia bangkit dan dengan penuh kesungguhan, ia kembali melukis. Dia kemudian bertemu dengan Getrude Stein, dan orang inilah yang kemudian memperkenalkan lukisan-lukisan Picasso  ke public, dan.. dunia pun gempar! Karya-karya lukisan Picasso dinilai sebagai karya seni yang luar biasa artistic dan berhasil terjual dengan harga-harga  yang tinggi. Dan seniman miskin yang sama sekali tak dikenal orang ini pun dalam waktu singkat menjadi seniman paling kaya di dunia!
Kalau saja Picasso menyerah dan mengeku kalah pada rasa putus asanya, barangkali dia tak akan pernah dikenal orang sampai sekarang ini, dan dunia pun tak akan pernah mengenal apalagi menghargai karya-karyanya…
Dalam prestasi yang sukses tidak ada kejadian kebetulan.
Harold Sherman, pengarang buku “How to Turn Failure Into Success”. Apabila kamu mampu menetapkannya dalam memori kamu, maka delapan kode kegigihan ini akan membantu memotivasi kamu untuk menjadi lebih gigih. Delapan  kegigihan itu adalah:
1.           Saya tidak akan pernah menyerah selama saya tahu berada ditempat yang benar.
2.         Saya percaya bahwa segala sesuatu akan bekerja demi saya bila terus bertahan sampai garis akhir.
3.         Saya akan berani dan tidak cemas dalam menghadapi setiap rintangan.
4.       Saya tidak akan mengizinkan seorangpun mengintimidasi atau menghalangi saya dalam menggapai cita-cita.
5.        Saya akan berjuang melawan semua cacat fisik dan kemunduran
6.        Saya akan mencoba lagi dan lagi  sampai saya mendapatkan  apa yang saya inginkan
7.        Saya akan megambil keyakinan dan resolusi baru dari kesadaran bahwa semua orang sukses pernah mengalami kekalahan dan kemalangan
8.        Saya tidak akan pernah menyerah pada patah semangat atau keputusasaan  apa pun yang mencoba merintangi jalan saya.

Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal yaitu,”How to Win Friends and Influence People”, membuat dua kata kunci yang menjadikan dia mampu mengubah kegagalan menjasi kesuksesan adalah ketidakrelaannya dihentikan oleh kegagalan  dan kerelaannya untuk belajar dari kegagalan”.
Karena itu, sekali lagi jangan pernah menyerah dan jangan pernah menyerah..!!












Komitmen
“Sayalah nakhoda dari nasib saya, sayalah kapten dari jiwa saya”
                                                                                                William Henley
George Bernard Shaw mengatakan, “ Orang selalu menyalahkan keadaan. Saya sih tidak percaya kepada keadaan. Orang yang berhasil di dunia ini adalah orang-orang yang bangkit dan mencari keadaan-keadaan  yang mereka inginkan. Dan kalau tidak ketemu, mereka menciptakan keadaan-keadaan tersebut”.
Sementara wartawan Walter Cronkite mengatakan, “ Saya tidak bisa membayangkan seorang menjadi sukses tanpa mencurahkan segala-galanya ke dalam permainan hidup ini.”
Sukses membutuhkan komitmen yang kuat untuk mencapainya. Tanpa komitmen yang kuat ini, seseorang seringkali akan mundur  lebih dulu sebelum melangkah hanya karena melihat sedikit halangan di depannya. Tanpa komitmen yang kuat, seseorang akan menyerah  lebih dulu hanya karena melihat sedikit  tantangan di hadapannya. Tapi dengan modal komitmen yang kuat, kita akan menjadi seperti yang disampaikan oleh Joe Griffith, seorang pembicara motivasional terkenal, “ Kamu tidak bisa mencegah kesuksesan dari seorang yang berkomitmen. Letakkan  sandungan ditapak kakikanya, dan ia akan memperlakukan itu  sebagai batu loncatan untuk mendaki  ke kebesaran. Rampaslah uangnya, dan ia akan memacu kemiskinan untuk menambah semangatnya. Orang sukses mempunyai program. Ia menetapkan tujuannya dan terus mengikutinya. Ia menebarkan rencana dan melaksanakannya, dan ia langsung menuju ke sasarannya. Ia tidak terdorong ke pinggir setiap kali kesulitan menghalangi jalannya. Bila ia tidak bisa melangkahinya, ia akan melewatinya.”
Dan sampai hari ini, kalau ada orang yang menanyakan apa syarat mutlak  yang diperlukan untuk sukses? Maka jawaban utamanya tetap satu; Komitmen!












Percaya pada diri Sendiri
Ketika kamu menjadi orang yang percaya kepada diri sendiri, kamu berada pada jalan menuju  tempat yang kamu inginkan.
                                                                                                Norman Vincent Peale
Jangan pernah membiarkan siapapun merampok dan membunuh impian serta keyakinanmu.
Ketika Helen Hayes masih merupakan seorang artis pemula, produser George Tyler mengatakan kepadanya bahwa kalau saja badannya lebih pendek 10 cm, maka ia bisa menjadi seorang artis terbesar pada zamannya. Hayes mengatakan dalam sebuah wawancara, “Saya memutuskan untuk tidak memikirkan tingi badan saya, tetapi membuat badan saya terihat lebih berisi. Saya melakukan berbagai latihan yang berat. Saya memjadi salah seorang wanita yang palig tinggi dan paling tegak di dunia. Ketidakmauan saya dibatasi oleh kekurangan diri justru menyebabkan saya mendapatkan kesempatan untuk memainkan peran Mary dari Scotlandia, yang tercatat dalam sejarah sebagai seorang ratu yang mempunyai tubuh paling jangkung.”
Helen Hayes berhasil karena dia memilih untuk memusatkan perhatian pada keunggulan-keunggulan dirinya, bukan pada kelemahan-kelemahannya.
Pernyataan Cinta
Seandainya kamu akan mati segera dan hanya punya waktu untuk menelepon satu kali, siapakah yang akan kamu telepon dan apa yang akan kamu katakan?
Dan… mengapa kamu masih menunggu?
Stephem Levine
Kehidupan ini telah membuat kita yakin bahwa kebahagiaan kita tergantung pada orang-orang lain yang mencintai kita. Namun sebenarnya ini adalah cara berfikir yang terbalik , yang telah menimbulkan begitu banyak masalah bagi kita. Yang benar adalah bahwa kebahagiaan itu tergantung pada usaha kita untuk memberikan cinta. Ini bukan tentang apa yang masuk ke dalam; ini adalah tentang apa yang mengalir keluar.
Ketika kita berbuat baik kepada orang lain, terkadang tanpa kita sadari, kita akan merasakan suatu perasaan lain, suatu perasaan yang damai, tentram, karena bisa berbuat sesuatu  untuk orang lain. Meski tidak dibalas secara langsung, tetapi kebaikan, cinta yang kita berikan itu akan mengalir kembali ke dalam diri kita, melembutkan hati kita bahkan kemudian mendamaikan hidup kita.
Stephen Levine punya pertanyaan yang sangat bagus sekali untuk kita renungkan . Katanya, “Seandainya kamu akan mati segera dan hanya punya waktu untuk menelepon satu kali, siapakah yang akan kamu telepon dan apa yang akan kamu katakana?
Dan… mengapa kamu masih menunggu?
Pernahkah kamu merasa  begitu cinta kepada kedua orangtuamu, tetapi kamu tidak mau mengungkapkannya? Pernahkah kamu merasakan begitu menyayangi kakakmu  atau adik-adikmu, tetapi kamu tak bisa mengucapkannya?
Pernahkah kamu merasa begitu rindu kepada seseorang,  sahabat, saudara, tetapi kamu tak mau mengucapkannya?
Pernyataan cinta mungkin terkesan aneh atau bahkan lucu ketika kita tak terbiasa mengatakannya. Pernyataan saying mungkin terasa asing ketika kita terbiasa acuh tak acuh dengan keluarga, meski sebenarnya kita menyayangi mereka. Pernyataan rindu mungkin terdengar sinting karena kita tak terbiasa mengungkapkannya. Tetapi itu semua akan memberikan nuansa yang baru  untuk hidup kita, akan memberikan rasa kedekatan  yang baru dalam hubungan kita, akan menerpakan angin kesegaran yang sejuk dalam hati kita. Selain itu, satu-satunya cara kita memahami makna dan maksud sejati dari cinta adalah kesediaan untuk membayar harganya. Kita harus pergi keluar dan menempuh resiko untuk menyampaikannya. Sebelum ajal sampai di tenggorokan, taka da salahnya kita mulai belajar untuk mengungkapkan perasaan kita terhadap orang-orang yang kita cintai, yang kita kasihi, daripada harus menyesal karena tak punya kesempatan untuk itu lagi. Hidup ini terlampau singkat untuk menyembunyikan kasih sayang.
Jadi, mengapa tak dimulai saja?











Bagaimanapun Juga
Mengharap dunia memperlakukanmu dengan baik karena kamu orang baik, itu sama konyolnya dengan mengharap banteng tidak menandukkanmu karena kamu seorang vegetarian.
Rosane Barr
Orang terkadang begitu egois, tak mau mengalah dan hanya mementingkan dirinya sendiri.
Bagaimapun juga, cintailah mereka.
Kalau kita melakukan sesuatu  yang  baik, terkadang orang malah membalas dengan keburukan.
Bagaimanapun juga lakukanlah sesuatu yang baik.
Kalau kita berupaya untuk berhasil, orang terkadang menilai diri kita sebagai seoran yang ambisius dan egois.
Bagaimanapun juga upayakanlah agar tetap berhasil.
Kalau kita jujur, terkadang kitalah yang hancur karena kejujuran sudah bukan modal lagi.
Bagaimanapun juga tetaplah bersikap jujur.
Kebaikan yang kita berikan hari ini, mungkin sudah dilupakan besok pagi.
Bagaimanapun juga, lakukanlah suatu kebaikan.
Berfikir luas tidak menjamin kesuksesan karena banyak orang picik yang  bisa meraihnya  dengan mengandalkan koneksi.
Bagaimanapun berpikirlah yang luas .
Kalau kita membela yang lemah  dan menetang yang kuat, kita  akan dikucilkan.
Bagaimanapun juga berjuanglah  bagi yang lemah.
Apa yang kita bangun dengan susah payah bertahun-tahun bisa saja hancur seketika.
Bagaimanapun juga, bangunlah!
Kita seringkali menyesal setelah memberikan milik kita yang terbaik dalam hidup ini karena balasan yang biasanya diberikan sangat tak sepadan.
Bagaimanapun juga berikanlah yang terbaik untuk kehidupan.


Mematahkan Belenggu Potensi
Kemenangan yang pertama dan terbaik adalah mengalahkan diri sendiri. Dikalahkan oleh diri kita sendiri, lebih daripada yang lain, adalah hal yang paling memalukan dan hina.
Plato
Banyak orang meyakini bahwa untuk sukses, seseorang harus memiliki gelar dan titel yang hebat dari Perguruan Tinggi ternama, atau memiliki koneksi yang bisa membantu, atau bila memiliki hal-hal lain yang sebenarnya tak punya korelasi pasti dengan kesuksesan seseorang. Tanpa itu semua, mereka meyakini, bahwa sukses hanya akan menjadi mimpi di siang bolong. Padahal keyakinan semacam itu hanya akan menjadi belenggu potensi yang kita miliki. Tanpa disadari, kita seringkali telah memenjarakan potensi besar yang kita miliki, hingga potensi itupun kemudian terkubur tanpa pernah terpakai. Padahal, kalau saja kita menolak keyakinan itu dan mau membebaskan potensi  yang kita miliki, kita bisa berbuat lebih banyak , berbuat lebih besar, untuk hidup ini.
Contoh paling nyata dari ‘keyakian yang membelenggu potensi’ ini adalah atlet Inggris Roger Bannister, orang pertama di dunia yang berlari sejauh satu mil dalam waktu kurang dari empat menit. Sebelum ia mencapai keberhasilan ini, para atlit dan dokter-dokter olahraga meyakini bahwa berlari satu mil dalam waktu empat menit adalah sesuatu yang mustahil dilakukan oleh manusia. Bahkan seorang dokter dengan serius mengatakan bahwa jika seorang manusia berlari dengan sangat cepat maka jantungnya akan pecah karena terlalu dipaksa.
Jelas, Roger Bannister tidak terhalang oleh ramalan maupun keyakinan itu. Iapun berlari lebih cepat dari siapapun dalam sejarah. Setelah ribuan atlit berlatih Selama puluhan tahun tanpa pernah bisa memecahkan rekor waktu empat menit itu, Bannister berhasil melakukannya, mempesona dunia, dengan waktu 3 menit 59,4 detik. Bahkan setelah keberhasilan itu dibenarkan dan diterima, masih saja banyak orang yang menyatakan itu sebagai kebetulan belaka , bahkan Bannister  adalah manusia super dan tak seorang pun yang dapat melakukannya lagi.
Akan tetapi, hanya sebulan setelah itu, rekornya dipatahkan oleh seorang pelari Australia bernama John Landy. Segera setelah itu, banyak orang berlari sejauh satu mil dalam waktu  kurang dari empat menit, dan semakin hari waktunya semakin singkat.
Ketika potensi kita dilepaskan dan kita menolak segala bentuk belenggu yang mencoba memenjarakannya, maka kita bisa meraih keberhasilan besar dengan potensi yang kita miliki itu.
Lakukan Saja
Milikilah keberanian untuk mengambil resiko. Berlatilah percaya kepada hal yang mustahil mulai menjadi kemungkinan, kemudian aktualitas. Ingat, begitulah cara orang berprestasi  mencapai apa yang tidak mungkin tercapai.
Norman Vincent Peale
 Orang-orang bilang, “ Itu lukisan gombal! Sampah yang tak bernilai!”
Pablo Picasso membuktikan bahwa lukisannya memiliki nilai seni yang tinggi. Bahkan salah satu lukisan karyanya, “Les Demoiselles d’Avignon”, menggegerkan dunia seni lukis saat pertama kali dipamerkan di Paris Art World tahun 1907.
Orang-orang yang bilang , “ Mana mungkin penderita polio bisa berlari?”
Wilma Rudolph membuktikan bahwa meski dia nyaris tak dapat berjalan karena terserang penyakit polio, dia bisa menjadi wanita tercepat di dunia dalam waktu delapan tahun dan mengukir sejarah sebagai wanita pertama yang memenangkan tiga medali emas di cabang lari di Olimpiade Roma 1960.
Orang-orang bilang, “ Dia lumpuh, mana mungkin bisa menulis?”
Handle justru berhasil menulis karya terbearnya, “The Hallelujah Chorus”, ketika bagian kanan tubuhnya terserang lumpuh!
Orang-orang bilang, “Hanya burung-burung yang bisa terbang tinggi!”
Wright Brother menepis anggapan itu dan berusaha membuat pesawatnya yang pertama meski dengan menggunakan onderdil sepeda bekas. Saat itu, pesawat terbang bisa terbang lebih tinggi, bahkan lebih cepat dibandingkan burung-burung.
Orang-oarang bilang, “Hanya pohom jambu yang bisa dicangkok!”
Pada tahun 1967, Christian N. Bernard berhasil mencangkokkan jantung kedua dengan menyambungkan peredaran darah supaya kedua jantung dapat berfungsi bersama-sama.
Orang-oarang bilang, “Itu ,ustahil! Itu tak mungkin!”
Saat orang-orang awam sampai para  ahli menyatakan dengan pasti bahwa berlari sejauh satu mil dengan waktu empat menit adalah sesuatu yang tidak mungkin tercapai oleh manusia, Roger Bannister melawan ‘kemustahilan’ itu dengan berlari sejauh satu mil hanya dengan waktu 3 menit 59,4 detik!
Orang-orang bilang, “Itu impian yang tidak realistis!”
Saat keinginan untuk bisa mendaratkan manusia di bulan terdengar, banyak orag meributkan dan mencibir bahwa keinginan itu sama sekali takkan bisa dilaksanakan. Tetapi pada tanggal 20 Juli 1969, Neil Amstrong, dengan pesawat Apollo 11 berhasil mewujudkan keinginan itu. Dia mendarat di bulan dengan selamat, juga bisa pulang kembali ke bumi dengan selamat!
Orang-orang bilang, “Itu kan hanya ada dalam film fiksi ilmiah!”
Ian Wilmut dan rekan-rekannya di Institut Roslin Edinburg, Skotlandia, membuktikan bahwa cloning tidak Cuma ada dalam film Dolly, domba pertama hasil cloning karya mereka, merupakan salinan yang persis sama dengan mamalia lain meski tanpa ayah.
Kerjakan saja apa yang ingin kamu kerjakan. Lakukan saja apa yang kamu pikir bisa kamu lakukan. Tak usah terlalu merisaukan apa yang orang bilang!





Argumentasi Dalih
Tidak ada yang terjadi dengan sendirinya. Semuanya akan datang sesuai dengan cara yang kamu pilih, setelah kamu memahami bahwa kamu harus membuatnya dengan caramu sendiri, dengan usahamu sendiri.
                                                                                                            Ben Stein
Salah satu penyakit kronis tertua yang diidap oleh peradaban manusia adalah “penyakit dalih”. Ketika seseorang dinyatakan tidak lulus ujian, dia bisa dengan asyik berdalih, “Ini karena system pebelajarannya yang tidak sesuai.” Ketika seseorang ditolak dalam suatu lowongan pekerjaan, dia bisa dengan yakin mengatakan, “ Ini karena penyaringannya sarat dengan kolusi.” Ketika seseorang bangkrut usahanya, dia bisa mengumpat dan berdalih. “ Ini karena persaingan yang tidak sehat.” Ketika seseorang kalah dalam pertandingan tenis, dia bisa begitu kukuh waktu menyatakan , “Sinar matahari terlalu terang, sehingga saya menjadi silau!”
Ketika ungkapan cinta ditolak, orang bisa mengatakan, “ Persoalannya, dia tidak bisa memahami kebesaran cinta yang saya miliki. Dia memandang saya dengan pandangan lebih dulu subjektif.”
Ketika pekerjaan menjadi begitu berantakan dan nyaris dipecat, orang bisa menyatakan alasan, “Manajemen perusahaan ini begitu buruk. Saya tidak bisa bekerja dengan baik karena pimpinan saya otoriter  dan bawahan saya tidak bekerja sesuai dengan yang saya harapkan.”
Ketika rumahtangga hancur  dan perkawinan diambang perceraian, orang bisa dengan kukuh mengatakan, “Ini bukan salah saya! Dari awal perkawinan ini memang sudah salah. Pasangan saya sangat egois,  dan sebagainya dan sebagainya.
Argumentasi berbentuk dalih-dalih yang kerap diajukan oleh orang itu seringkali  tidak memiliki hubungan atau korelasi yang pasti dengan kegagalan yang dialami. Hingga rasanya, saya pun ingin mengatakan, “Kalau saja badanku tidak kurus, mungkin saat ini aku sudah menjadi presiden!”
Para pakar mengatakan bahwa hidup ini tidak membayar berapa banyak yang kau ketahui, tetapi berapa banyak yang kau lakukan. Begitupun, kehidupan ini membayar atas upaya, bukan atas dalih atau alasan!





Nasib Baik Nasib Buruk
Saya gembira akan kehidupan demi kehidupan itu sendiri. Kehidupan bukanlah nyala lilin  yang singkat bagi saya. Kehidupan adalah semacam obor yang bagus sekali yang harus saya pegang untuk saat ini dan saya ingin  membuatnya  terbakar seterang mungkin sebelum menyerahkannya kepada generasi  yang akan dating….
                                                                                                George Bernard Shaw

Seorang petani kehilangan seekor kuda kesayangannya. Ia mengeluh dan menyatakan kalau dia tengah ditimpa nasib buruk. Beberapa hari kemudian kudanya yang hilang itu dating kembali ke kandnagnya dengan membawa kuda lain yang lebih bagus. Petani itu gembira dan bersyukur karena mendapatkan nasib baik. Anak petani tersebut kemudian bermain-main dengan kuda baru yang bagus itu. Dia terjatuh dan kakinya patah  Petani bersedih dan menganggap dia tengah ditimpa nasib buruh. Tak lama setelah itu, prajurit kerajaan mendatangi desa-desa untuk mengumpulkan pemuda yang akan dilatih  berperang untuk pertempuran dengan musuh. Sang petani bersyukur lagi, karena anaknya yang tengah menderita sakit, tak akan dibawa kedalam peperangan…
Kita seringkali memutuskan dan menganggap sesuatu sebagai nasib baik atau nasib buruk tanpa sempat merenungkan maknanya. Kita seringkali menjadi seperti anak kecil yang bisa dengan gampang mengatakan hitam atau putih tapi kemudian kebingungan untuk membedakan keduanya.
Seseorang yang telah menacapai suksesnya bukan karena dia bernasib baik, tetapi karena dia telah berjuang dan berkorban untuk meraihnya. Begitupun dengan orang-orang yang saat ini hidup dalam kegagalan, keterbelakangan, merekapun bukan karena bernasib buruk, tetapi karena konsekuensi dari apa yang telah mereka perbuat  dalam hidupnya. Menggunakan nasib sebagai dalih hanya kan membuat kita mencap diri sebagai pengecut yang tak berani menghadapi hidup.








Rahmat Penderitaan

Penderitaan datang untuk memuliakan manusia, membersihkan pikiran dari keangkuhan dan kepicikan, serta memperluas wawasan  Tujuan penderitaan adalah untuk memperbaiki apa yang rusak pada kepribadian seseorang.
                                                                                    Joseph B. Soloveitchik
Salah seorang yang telah menikmati rahmat besar dari akibat penderitaan adalah Kom Dae Yung. Ia dilahirkan dari sebuah keluarga petani miskin di daerah kecil bernama Hai Eui, Korea.Dia hanya sempat bersekolah bebrapa tahun. Ketika memasuki dunia politik , dia lebih sering merasakan penderitaan daripada kebahagiaan. Akibat aktivitasnya dia sampai berkali-kali diancam akan dibunuh, diculik dan disiksa. Dia mendekam di penjara selama enam tahun karena suatu tuduhan akibat aktivitasnya. Dalam penjara inilah dalam segala penderitaannya, Kim Dae Yung mulai belajar bahasa Inggris. Dia juga mulai membaca karya-karya Plato, Mencius, Bertrand Russel dan Abraham Lincoln. Saat masa hukumanya kan berakhir,dia kemudian malah dituduh  telah menjadi penghianat dan diacam hukuman mati. Amerika Serikat kemudian membela, dan hukuman untuknya pun kemudian diperingan menjadi hukuman seumur hidup dan diasingkan ke Amerika selama sepuluh tahun.
Saat setelah terbebas dari hukuman nya karena pengampuanan, dia kembali pada aktivitas politiknya dan mencalonkan diri sebagai presiden. Tiga kali dia gagal dalam pencalonan itu, tapi dia terus maju. Dia kemudian berhasil menjadi presiden saat ekonomi negaranya sedang dalam keadaan hancur akibat perang dan Korea mengalami krisis yang sangat besar. Tetapi Kim berhasil menunjukkan bahwa dia kemudian berhasil memulihkan perekonomian negaranya dan berhasil lepas dari hutang-hutang IMF. Rupanya inilah hasilnya! Ternyata segala penderitaan yang telah dialami sepanjang hidupnya itu adalah untuk mempersiapkan dirinya saat itu, ketika memimpin negaranya keluar dari badai krisis ekonomi yang dasyat itu!






Renungkan Sejenak
Bila kamu tetap mau berusaha setelah mengalami tiga kali kegagalan, kamu dapat menganggap dirimu bisa menjadi pemimpin yang berpotensi dalam lapangan pekerjaan yang kamu pilih. Bila kamu tetap mau berusaha walau setelah berpuluh-puluh kali mengalami kegagalan, maka benih kecerdasan sedang berkecambah dalam jiwamu. Beri mereka sinar harapan dan iman, dan tunggulah hingga menghasilkan kesuksesan pribadi yang ebat…. Motto dari kehidupan adalah :Seorang pemenang tidak pernah menyerah dan seorang yang menyerah tidak pernah menang.
                                                                                                Napoleon Hill
Menghadapi Masalah
Hidupmu tidak ditentukan oleh apa yang dibawa kehidupan kepadamu seperti halnya sikap yang kamu bawa kepada kehidupan. Tidak juga oleh apa yang terjadi padamu seperti cara pikiranmu melihat pada apa yang terjadi
John Homer Miller
Setiap persoalan dalam hidup , sebesar apapun persoalan itu, selalu tersedia jalan untuk mencario penyelesaiannya, selalu masih ada cara untuk memecahkannya. Jadi, apa yang perlu kamu cemaskan?

Jernihkan Hati
Masalah penting yang kita hadapi kini tidak dapat kita pecahkan pada tingkat berfikir yang sama seperti ketika kita menciptakan masalah tersebut.
Albert Einstein
Ketika kamu harus menghadapi suatu kesulitan, jangan hadapai kesulitan itu dengan kejengkelan dan putus asa, tetapi hadapailah dengan kepala dingin dan upaya kreatif.

Masalah: Tanda Kehidupan
Kehidupan adalah Rangkaian masalah yang tak pernah terselesaikan
Anonimous
Salah satu anugerah Tuhan yang diberikan kepada mahluk hidup adalah masalah. Tumbuhan memiliki masalahnya sendiri melawan angin, binatang perusak, dan cuaca. Binatang memiliki masalahnya sendiri; dikejar binatang yang lebih besar, diburu manusia atau terperangkap dalam jerat. Begitupun manusia memiliki masalahnya sendiri.
Masalah sebagai anugerah, karena masalah adalah pertanda kehidupan, dan Tuhan mengingatkan kita bahwa kita masih hidup dengan masalah-masalah itu. Itu juga berarti Tuhan masih percaya bahwa kita akan menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi.
Jadi bergembiralah bila kamu mempunyai masalah, karena itu menunjukkan bahwa kamu masih hidup. Semakin banyak masalah yang kamu hadapi, kamu akan merasakan dirimu semakin hidup. Jika kamu tak lagi mempunyai masalah, berangkali kamu perlu bersujud dan menanyakan, “ Tuhan, Kau tak percaya aku lagi ya? Berikan aku sedikit masalah karena aku masih hidup…”
Menepis Ketakutan
Keberanian muncul bukan karena tidak adanya ketakutan, tetapi karena ada sesuatu yang lebih penting daripada ketakutan.
Ambrose Redbone
Tahukah kamu Julius Caesar yang Jenderal Militer sekaligus Raja Romawi yang sangat berkuasa itu sangat takut pada petir. Sedangkan Peter tege Great, Kaisar Rusia yang memiliki fisik sanagt  menonjol, 6 kaki 5 inchi tingginya, namun ia sangat takut pada jembatan. Ia akan menyeberangi jembatan hanya jika tidak ada pilihan lain, dan ketika ia berada diatas embatan itu, ia menggigil dan menangis seperti anak kecil.  Sementara penulis serta kritikus Inggris  dari abad ke delapan belas , Dr. Samuel Johnson, mempunyai ketakutan (fobia) bila masuk ke suatu ruangan  dengan kaki kiri terlebih dahulu. Jika ia tidak sengaja masuk ke suatu ruangan  dengan kaki yang salah, ia akan segera berbalik  dan masuk lagi dengan kaki kanan!
Barangkali kamu tersenyum saat membaca ini karena ketakutan mereka begitu bodoh dan lucu. Tapi tahukah kamu, kebanyakan dari kitapun punya ketakutan yang sama bodoh  dan sama lucunya dengan ketakutan mereka. Kebanyakan dari kita sangat takut pada kegagalan! Padahal kegagalan tidak akan pernah bisa mengalahkanmu jika terkadang untuk sukses cukup kuat.
Menghadapi Resiko
Kelihatannya banyak orang yang memiliki bakat besar.  Kebanyakan orang mampu melakukan pekerjaan luar biasa  jika mereka mempunyai keberanian untuk mengambil resiko. Tetapi kebanyakan orang tidak melakukannya. Mereka malah  duduk menonton televise dan menjalano hidup seakan-akan hidup itu akan abadi.
                                                                                                            Philip Adams
Ketika Jim Burke  menjadi kepala Divisi Produk Baru di Perusahaan Johnson & Johnson satu dari produk pertamanya adalah mengembangkan mainan anak-anak yang baru. Produk ini ternyata gagal dipasaran, dan perusahaan menderita kerugian yang cukup besar. Burke langsung yakindia akan segera dipecat.
Tetapi, ketika dia dipanggil oleh Dewan Pimpinan perusahaan itu, ia mendapatkan sambutan yang mengejutkan.
“ Andakah yang membuat kerugian besar di perusahaan kami”” Tanya direkturnya Robert Wood Johnson. Saya hanya ingin mengucapkan selamat pada Anda. Jika anda membuat kesalahan berarti Anda telah mengambil  resiko. Dan kami tidak akan berkembang jika tak punya resiko/”
 Beberapa tahun kemudian , ketika Burke sendiri menjadi pimpinan perusahaan Johnson & Johnson ia pun lanjut menyebarkan kata-kata tersebut.
Dengan menanggung resiko, kamu akan mecapai kesuksesan tanpa kamu duga sebelumnya. Dalam proses ini kamu akan mentransformasikan hidupmu ke dalam sebuah petualangan hidup yang menyenangkan, yang akan menantang, dihargai, yang bahkan membuatmu akan awet muda!
Salah satu syarat mencapai keberhasilan besar adalah keberanian untuk mengambil resiko. Semua prestasi besar dicapai oleh orang-orang yang berani mengambil resiko.
Ketika kamu menjadi orang yang percaya kepada diri sendiri, kamu berada pada jalan menuju ke tempat yang kamu inginkan….Milikilah keberanian untuk mengabil resiko. Berlatilah percaya kepada hal  yang mustahil hingga kemustahilan mulai menjadi kemungkinan, kemudian aktualitas. Ingat, begitulah cara orang berprestasi mencapai apa yang tidak mungkin tercapai.”
Ketika kamu tertawa, kamu memiliki dua kemungkinan: dianggap orang ceria , atau akan kelihatan bodoh. Ketika kamu menangis, kamu memiliki dua kemungkinan ; dianggap orang yang lembut, atau kelihatan cengeng.  Ketika kamu diam, ada dua kemungkinan: kamu akan dianggap sombong,  atau justru dianggap  bijaksana. Ketika kamu mengatakan cinta, kamu juga punya dua pilihan, kemungkinan akan diterima atau ditolak. Dan ketika kamu berani  mencoba sesuatu yang baru , kamupun akan menghadapi dua kemungkinan; Kemungkinan untuk gagal dan juga kemungkinan untuk berhasil.
Jadi semuanya mengandung resiko. Apapun yang kamu lakukan dalam hidup inimengandung berbagai kemungkinan, dan setiap kemungkinan itu akan terus mendewasakan pikiran kita dan membuat hidup kita (mungkin tanpa kita sadari) menjadi semakin maju. Jadi mengapa harus takut mencoba?
Hidup tidak pernah memberikan kenyamanan, ia hanya menawarkan peluang-peluang. Tetapi peluang-peluang yang diberikannya pun bukan peluang yang tanpa resiko. Karena memang hidup adalah rangkaian resiko.
Semakin besar yang kita lakukan, semakin besar pula resiko yang harus kita hadapi. Tapi itu bukan berarti bahwa kita harus menghindari resiko dan kemudian memilik untuk tidak melakukan apa-apa. Karena resiko-resiko ini sebenarnya  bukan untuk dihindari, melainkan untuk dikelola. Jadi kalau kamu mengatakan bahwa kamu tidak bisa  atau tak berani mengerjakan sesuatu karena adanya sejumlah resiko, maka  kamu telah salah memilih planet  bumi sebagai tempat tinggal….!!
Untuk Introspeksi
Apa yang ada dibelakang kita dan apa yang ada didepan kita merupakan hal kecil disbanding dengan apa yang ada dibelakang kita.
                                                                                                Oliver Wendell Holmes
Tanpa disadari, kebanyakan dari kita lebih sering bertanya pada hidup dan tak pernah memberi kesempatan bagi hidup untuk bertanya kepada kita. Kita sering bertanya pada hidup ; apa yang dapat hidup berikan hari ini? Siapa yang akan mencintai kita? Apakah akan terjadi hari ini? Siapa saja yang peduli dengan kita? Apakah hidup telah berlaku dengan adil? Bagaimana keadaan kita besok? Kapankah hidup kita akan selesai?
Kalau kita lebih sering berpikir tentang ‘seandainya’, kita tak akan pernah maju. Pemikiran ‘seandainya’ adalah pemikiran yang menghambat karena pemikiran itu hanya berhenti pada hari itu. “Seandainya orang tua saya kaya, tentu saya dapat melanjutkan pendidikan yang tebih tinggi, dan seterusnya. Dan tidak akan ada hal yang dapat barubah selama konsep pikiran ‘seandainya’ ini masih melekat.
Gantilah pemikiran ‘seandainya’ menjadi pemikiran ‘bagaimana’. Dengan pola pikir yang berbeda ini kita bisa maju, kita bisa membuka pikiran untuk peluang-peluang baru. “Bagaimana caranya agar saya dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, tanpa memberatkan kedua orangtua? Bagaimana caranya saya melanjutkan bisnis ini?
Christiana Tsai, seorang wanita yang saleh dan putri mantan Gubernur Provinsi Kiangsu di Cina, menderita sakit selama lebih dari 53tahun dalam hidupnya. Pada salah satu catatan diarinya, dia menulis, “selama beberapa tahun saya menderita sakit, saya tidak pernah berani bertanya kepada Tuhan mengapa Ia membiarkan saya menderita begitu lama. Saya hanya bertanya apa yang Ia inginkan untuk saya lakukan.”
Tuhan memiliki scenario-Nya sendiri, Tuhan selalu memiliki tujuan-Nya sendiri. Yang bisa kita lakukan dalam kehidupan , dalam kebahagiaan maupun  dalam kepahitan, adalah mencoba memahaminya.
Gapailah Mimpi-Mimpimu
Yang paling penting untuk kamu ingat pada saat memulai adalah jangan pernah membiarkan orang lain yan tak percaya dengan kemampuanmu meremehkan impian-impianmu. Dunia ini penuh sesak dengan orang-orang yang berpandangan negative. Mereka punya seribu satu alasan kenapa impianmu tidak akan berhasil, tetai mereka juga siap bergabung denganmu jika kamu berhasil. Karena itu, tetaplah yakin dengan kemampuanmu, dan ubahlah impianmu menjadi kenyataan.
                                                                                                Barbara Grogan
Setiap hari, ribuan mimpi indah dihancurkan. Setiap hari, ribuan cita-cita dirampas, ditekan, diperkosa, bahkan dilumatkan. Setiap hari ribuan Bunga yang siap mekar diinjak dan diludahi. Setiap hari, ribuan impian dihinakan , dinajiskan, dan diharamkan....
Beberapa kali kita mendengar seorang anak yang dengan jujur mengatakan, ‘Aku ingin begini, aku ingin menjadi itu’ dan kemudian dengan pongah kita mengatakan bahwa itu mustahil? Bahwa semua itu tak mungkin?
Beberapa kali kau mengatakan bahwa kau memiliki impian, harapan dan cita-cita kemudian orang-orang disekelilingmu mencibirm sambil dengan penuh percaya diri mengatakan bahwa kau hanya seorang pemimpi? Bahwa impianmu terlalu tinggi, bahwa impianmu terlalu muluk-muluk? Berapa kali kau mencoba menyatakan obsesimu, menceritakan keinginanmu, tetapi kemudian orang-orang terdekatmu menghinamu serta mengatakan bahwa obsesi itu tak lebih dari kotoran dan bahwa ambisi itu haram?
Kalau kau telah mengalaminya berkali-kali ataupun mungkin hanya baru sekali , maka tinggalkanlah orang-orang itu. Karena mereka tidak lebih dari kumpulan bangkai  yang tidak menginginkan salah satu diantara mereka hidup dan bernyawa. Mereka hanyalah sekumpulan lalat yang tidak menginginkan engkau bisa menikmati sesuatu yang lebih tinggi dari yang telah diniati lalat-lalat seperti mereka. Mereka hanyalah sekumpulan kotoran yang akan terus berusaha mengotori pikiranmu, meracuni otakmu, bahkan mencemarkan hatimu. Tinggalkan saja mereka sebelum kau sendiri menjadi  sama tak bernilainya seperti mereka.
Yakinilah bahwa tak ada cita-cita yang terlalu tinggi, tak ada keinginan yang muluk-muluk. Taka da impian yang mustahil, tak ada harapan yang sia-sia… Orang yang mengatakan bahwa ambisi itu haram adalah seekor monyet yang tak bisa meraih jambu di pohon yang tinggi, kemudian menyatakan bahwa jambu itu busuk. Orang yang menyatakan bahwa obsesi itu kotor adalah seumpama anjing ompong yang tak mampu mengunyah tulang kemudian rebut memaki  bahwa tulang sebagai sesuatu yang najis….!
Kalau kau katakana kepada seorang pengangguran   yang malas bahwa kau ingin punya rumah dan mobil mewah, dia akan menertawakanmu dan menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa keinginanmu itu muluk-muluk, bahwa itu mustahil, bahwa itu tidak mungkin! Mengapa? Karena dia hanya seorang pengangguran malas tanpa masa depan! Tapi kalau kau menyatakannya pada seorang yang telah sukses dalam hidupnya, kau akan mendapatkan senyuman tulus yang membesarkan hatimu dan kau akan diberitahu bahwa kau bisa mewujudkan impianmu , bahwa kau bisa meraih cita-citamu. Mengapa? Karena orang yang kau ajak biacara  telah mendapatkan apa yang kau impikan!!
Jadi, dimana batas antara impian yang ‘realistis’ dengan impian yang ‘muluk-muluk’itu? Batasnya jelas ada di otak anda masing-masing orang yang memilikinya, dalam pikiran orang yang mendengarnya! Ingatlah bahwa orang yang mengatakan mimpimu ‘terlalu tinggi’ atau ‘terlalu muluk’  adalah orang pengecut  yang tak berani  bermimpi sepertimu. Karena itu jangan biarkan ia membunuh impian serta potensimu, sebagaimana ia telah membunuh impian dan potensinya sendiri.
Setiap hari, ribuan orang tua membunuh cita-cita anaknya. Setiap hari, ribuan guru melumatkan obsesi murid-muridnya. Setiap hari, ribuan tetangga memperkosa impian tetangganya. Setiap hari, ribuan sahabat menghancur-leburkan harapan sahabatnya …
Tapi jangan hiraukan mereka. Jangan dengarkan mereka. Tetaplah pegang teguh janji hatimu. Tetaplah lurus pada jalan impianmu. Tetaplah optimis dan semangat  meraih segala yang kau cita-citakan, segala yang kau impikan. Bahkan kalau seandainya seluruh dunia mencibirmu, tetaplah yakin bahwa Tuhan di langit tengah tersenyum kepadamu. Karena itu, tetaplah tegar dan gapaillah mimpi-mimpimu..!!
Mendengarkan Suara Hati
Suara hati kita begitu lembut sehingga mudah untuk mematikannya; tetapi suara hati itu juga begitu jelas sehingga tidak mungkin keliru
                                                                                                (Madame De Stael)
Masuklah ke toko televisi dan lihat semua yang diperagakan . Pada beberapa unit terlihat gambar dengan warna-warni indah dan cerah serta mengeluarkan teknik suara paling mutakhir. Tetapi ada unit lain  yang diperagakan  yang hanya duduk saja disitu, layarnya hitam dan diam. Pandanganmu tentu saja lebih tertuju pada unit televisi yang menyala; sama sekali tidak ada yang menarik  pada layar televisi yang gelap. Apa perbedaannya? Hanya satu hal, televisi yang gelap itu tidak dihubungkan ke stop kontak. Dan hal tersebut, sama dengan kenyataan kita , jika kita mencoba mengembangkan kehidupan sementara kita terpisah dari Tuhan. Kita harus punya hubungan hidup dengan –Nya.
Sebagai umat beragama, kita meyakini tentang keberadaan Tuhan, dan juga meyakini bahwa Tuhan menjadi salah satu factor yang akan menentukan sukses tidaknya kita dalam kehidupan. Tapi bagaimana keyakinan kita terhadap-Nya juga ikut menentukan bagaimana Tuhan akan memperlakukan kita. Banyak orang yang yakin terhadap Tuhan , tapi tidak hidup  sebagaimana keyakinannya. Ini bisa diibaratkan dengan orang yang yakin bahwa dia akan bisa terbang dengan pesawat, namun tidak berbuat apa-apa dengan pesawat itu.
Kamu bisa saja pergi ke bandara. Kamu sudah memesan tempat dan kamu juga telah memiliki tiket dalam saku. Pesawatpun menunggu di lapangan. Sebuah pesawat yang besar, bertenaga besar. Kamu yakin, pesawat itu  akan membawa kamu ke tempat tujuanmu. Lalu petugas pesawat mengumumkan penerbangan tiga kali. Kamu diam saja dan lalai naik ke pesawat, sampai kemudian mereka menutup pintunya. Pesawat bergerak menuju landas pacu untuk terbang, dan kamu tetap tak berada di dalam pesawat. Pesawat terbang ke udara, dan kamu tertinggal. Mengapa? Kamu ‘percaya’ kepada pesawat itu, tetapi kamu lalai masuk ke dalamnya.
 Kita bisa saja percaya kepada Tuhan, kepada ajaran-ajaran-Nya yang tertulis dalam kitab suci-Nya, tetapi lalai untuk sesungguhnya menerima-Nya dalam hati. Dan kalau memang begitu kenyataannya, wajar saja kalau kemudian Tuhan ‘meninggalkan’ kita.
Kekuatan Doa
Ada begitu banyak yang harus saya kerjakan hari ini, sehingga saya akan perlu menyisihkan satu jam lagi untuk berdoa.
Martin Luther King
Saya percaya kepada Tuhan dan saya percaya bahwa dengan melakukan doa kita dapat memperoleh cinta Tuhan. Saya percaya kepada negeri saya. Saya percaya bahwa tujuan negeri ini besar dan luhur. Saya percaya kepada kejujuran.  Saya percaya bahwa orang yang secara sengaja berdusta sebenarnya secara sengaja mencederai dirinya sendiri. Tetapi, lebih dari segalanya, saya percaya kepada keberanian, kepada antusiasme, sebab tanpa itu orang menghambat keinginan mereka yang terkuat…
“ Saya mendapat pelajaran bahwa saya tidak akan mencapai apa-apa, jika saya berpangku tangan dengan santai di kursi nyaman…. Kalau kita bekerja dengan tekad yang kokoh cukup lama, kita akan bisa membuat impian kita menjadi kenyataan…Percayalah kepada cita-citamu, tujuanmu dan kepada Tuhan..”
Kata-kata itu diucapkan oleh Conrad Nicholson Hilton, seorang multijutawan pemilik jaringan hotel terbesar di dunia.
Conrad Hilton dikenal sebagai ‘Raja Hotel’ dan dia memang menjadi salah satu orang terkaya didunia dalam usaha perhotelan. Saat ini, jaringan usaha perhotelannya, Hilton Hotel Internasional, telah memiliki ratusan cabang di seluruh dunia. Dia memperoleh seluruh kesuksesannya itu dengan memulainya dari nol. Apa rahasia suksesnya?Hilton seorang lelaki yang saleh, dan dia mengaku bahwa dia tak akan mampu mendapatkan segala yang telah diperolehnya itu tanpa doa yang dikabulkan Tuhan.
Suatu waktu, ketika Hilton dan para bawahannya bernegosiasi untuk membeli sebuah hotel besar di suatu  daerah, mereka membutuhkan waktu yang lama seklai untuk bisa memperoleh kesepakatan. Mereka telah menghabiskan waktu berhari-hari, dari pagi sampai sore , untuk mencapai kata sepakat, dan para bawahan Hilton nyaris putus asa. Ketika akhirya hotel yang dituju itu telah jatuh ke tangan mereka dengan kesepakatan yang murni, para bawahan Hiltonpun menarik nafas lega. Maka malamnya mereka langsung tidur dengan hati tenang dengan haran besok bisa bangun cukup siang. Tetapi mereka salah sangka. Pada pukul 06.15 keesokan harinya, telepon di kamar mereka masing-masing  bordering seperti biasanya, dan suara Hilton terdengar  menyuruh mereka  untuk kembali berkumpul  seperti hari-hari kemarin. Dan seperti biasa pula, Hilton mengajak mereka semua untuk berangkat ke gereja. Salah seorang terdengar menggerutu, “mengapa pergi ke gereja sekarang setelah hotel itu telah menjadi milik kita?’
Hilton menjawab dengan kurang senang, “Kalian telah berdoa minta sesuatu dan sekarang setelah permintaan terkabul, apakah kalian tidak akan mengucapkan terima kasih?”
Seorang sahabat Hilton pernah bercerita, “ Bila Conrad berdoa minta sesuatu, ia selalu mendapatkannya. Mungkin karena ia tak pernah lupa mengucapkan terimakasih kepada yang ia minta dalam doa.”
Abraham Lincold juga menjadikan doa sebagai sesuatu yang wajib dalam perjuangannya, dalam setiap kehidupannya. Saat dia menjabat sebagai presiden, salah seorang pegawai istana  pernah memergokinya tengah bersujud di lantai dengan kedua tangan terentang keatas, begitu khusyuknya dia berdoa.
Doa adalah kekuatan vital dari setiap perjuangan, fondasi bagi setiap impian, dan akar bagi setiap pohon kehidupan . Doa memang tidak mengubah Tuhan, tetapi mengubah orang yang memanjatkannya.
Doa, Kita, dan Tuhan
Buah keheningan adalah Doa, buah doa adalah Iman, buah iman adalah Cinta, buah cinta adalah Pelayanan, dan buah pelayanan adalah Damai….. Kegembiraan adalah doa, tanda kemurahan hati, sikap tidak mementingkan diri sendiri  serta ikatan yang sangat erat dan abadi antara kita dengan Tuhan. Kegembiraan adalah cinta; hati yang gembira adalah hasil wajar dari hati yang terbakar oleh cinta.
                                                                                                Mother Theresa.
Kapten Gerald Coffee pernah dipenjara di Vietnam Utara sebagai tawanan perang selama tujuh tahun. Dia merenungkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam dirinya. Dia menceritakan, “Pada awalnya saya berdoa kepada Tuhan agar situasi berubah. Tuhan, bebaskanlah saya dari penjara ini lima menit lagi… Tuhan, berilah kemenangan pada Negara saya agar saya bisa keluar dari sini…”
“Tetapi kemudian,” dia melanjutkan, “doa saya berubah. Saya ingin menjadi orang yang lebih baik, yang tidak hanya tahan dan tabah, tetapi juga mendapatkan manfaat dari pengalaman menjadi tahanan perang.”
Doa Gerald Coffee pun berubah, dari “ ubahlah keadaan saya” menjadi ubahlah saya”
Berharap dan menginginkan keadaan berubah memang penting. Tetapi berharap dan menginginkan diri kita yang berubah jauh lebih penting.
Seorang ibu tetangga saya memiliki seorang anak, dia sangat bersedih karena anaknya tersebut terserang penyakit thypus dan meninggal dunia. Hampir tiap malam ia menangisi kepergian anaknya itu, dan dalam setiap doanya dia menanyakan kepada Tuhan mengapa anaknya harus secepat itu pergi meninggalkannya. Dia seolah tak terima dengan kenyataan itu, dan hatinya belum juga bisa tenang menerima kematian anaknya.  Sampai kemudian ia menjumpai seorang temannya untuk mencurahkan kepedihan hatinya karena kehilangan anak yang sangat dicintainya itu. Sang teman dengan suara lirih mengatakan, “Sebenarnya kamu beruntung karena telah memiliki dia. Saya bahkan belum pernah memiliki seorang anakpun.”
Semenjak itulah kemudian ibu tetangga saya ini menyadari bahwa doa yang paling tepat dipanjatkannya dalam keadaan ditimpa musibah seperti itu adalah, “ Terima kasih, Tuhan. Terima kasih karena saya telah pernah memiliki dia..”
Doa yang tulus akan bersemi dari dalam hati nurani manusia, lalu tumbuh bagaikan rumpur yang tersembul dari tanah yang subur setelah hujan reda.
Tuhan menjawab setiap doa dengan tiga cara, yaitu; ‘Ya’, ‘Tidak’, dan ‘Tunggu dulu’. Doa yang langsung diiyakan, dikabulkan, adalah doa yang sesuai dengan keinginan Tuhan sendiri dimana Ia memang sudah akan memberikannya pada sang hamba-tentu dengan pertimbangan kemaha-Agungan-Nya. Jawaban ‘Tidak’ diberikan untuk menolak doa yang diminta. Mungkin bukan karena doa itu yang tidak benar, tetapi karena Tuhan memiliki rencana lain-yang tentunya lebih baik-yang akan diberikan-Nya pada sang hamba. Di sinilah kita seharusnya bisa memahami  bahwa Tuhan bukanlah tidak sayang karena doa tidak dikabulkan, tetapi Tuhan tetap sayang karena Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang kita minta, meskipun terkadang bentuknya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Jawaban ‘tunggu dulu’ untuk menguji sang hamba apakah dia memang bersungguh-sungguh  dengan doanya atau hanya sekedar basa-basi dalam berdoa. Ketika doa tak segera dikabulkan, dibutuhkan introspeksi  untuk mengevaluasi segala saya upaya yang telah dilakukan untuk mewujudkan sesuatu  yang dimintakan dalam doa.
Setiap hari kita memang mengharapkan bisa menjadi sebuah hari yang indah dan menyenangkan. Tetapi, seperti yang juga kita tahu, tidak setiap hari memberikan  apa yang kita minta. Terkadang hari yang kita jalani dipenuhi oleh kemuraman dan kesedihan, bahkan juga meninggalkan luka dan kepahitan. Ini memerlukan jiwa yang besar untuk menghadapinya, memerlukan hati yang lapang untuk menghayatinya. Tetapi, seberat apapun suatu hari, semuram apapun, sepahit apapun, segetir apapun, lupakanlah semuanya bila malam telah datang. Ketika malam memang telah diturunkan  sebagai tirai yang akan menutup siang, dimana kita harus meninggalkan segala hal yang telah kita terima seharian tadi. Dan ketika kamu kemudian beranjak ke peraduan dan  mulai membaringkan diri ke atas tempat tidur, kosongkanlah pikiran dari segala kegalauan hari ini. Hari ini sudah berakhir. Bagaimanapun bentuknya, bagaimanapun akhirnya, sekali lagi, hari ini sudah berakhir. Karena itu, berdoalah dengan tulus, lalu pejamkan mata dengan tenang dan lelaplah dalam tidur dengan damai. Hari esok masih ada, dan yakinlah, bahwa esok akan lebih cerah dan membahagiakan.
Norman Vincent Peale, yang oleh dunia dikenal sebagai Bapak Berpikir Positif karena ajaran-ajarannya yang mengajak untuk selalu berfikir positif dalam setiap waktu  dan dalam segala sesuatu, mengajarkan bagaimana kita bisa merasa damai apabila setiap hendak tidur , sebelum memejamkan mata untuk terlelap, kita berdoa untuk ‘menyerahkan’ hari ini kepada Tuhan. Dia mengajarkan dalam salah satu buku doanya berikut ini.
“Saya bersyukur atas segala sesuatu yang saya miliki dahulu, atas segala sesuatuyang saya miliki sekarang, dan atas apa yang saya miliki…. Tuhan, Engkau telah memberi saya hari ini dan Engkau menolong saya, dan saya mengucapkan terima kasih. Saya juga telah melakukan beberapa kesalahan, itu karena saya tidak mengikuti nasihat-Mu, dan saya menyesal, Ampuni saya. Tetapi, sayapun memperoleh kemenangan dan keberhasilan juga, dan saya bersyukur untuk bimbingan-Mu. Tetapi sekarang, Tuhan, kesalahan atau keberhasilan, kemenangan atau kekalahan, hari ini sudah berakhir dan saya sudah selesai menjalaninya. Jadi saya memberikan kembali kepada-Mu…
Menghayati Keindahan
Jika bintang-bintang di langit hanya muncul sekali dalam seribu tahun, betapa manusia akan terpesona  dan terkagum-kagum. Betapa manusia akan mengabdikan pengalaman itu untuk generasi-generasi selanjutnya. Namun setiap malam keindahan itu dikirimkan kepada kita, dan sesuatu yang mudah kita peroleh, betapapun nilainya, krang kita hargai
Ralph Waldo Emerson
Kita sudah begitu terbiasa dengan kehidupan yang kita jalani. Setiap pagi, setiap kali kita memasuki sebuah hari baru, kita menganggapnya sebagai hal  yang biasa-biasa saja. Pernahkah kamu begitu bahagia saat bangun dari tidur dan kemudian begitu takjub karena bisa kembali menatap matahari di waktu pagi? Kehidupan adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan dan setiap hari baru adalah anugerah yang luar biasa besarnya. Inilah alasn mengapa kita harus mensyukuri setiap hari dengan segenap kebahagiaan. Karena kehidupan terlalu berharga sehingga tidak boleh dipandang hanya sebagai hal yang sudah semestinya.
Blaise Pascal, seorang filsuf dan ahli matematika Perancis, pernah berkata, “Masa lalu dan masa kini adalah sarana kita; masa depan kita yang satu dan satu-satunya adalah tujuan kita. Jadi, kita tidak pernah berhasil hidup, tetapi selalu mengharap untuk hidup , dan karena kita senantiasa merencanakan untuk berbahagia pada suatu hari, tidak dapat tidak, kitapun tidak akan pernah menjadi bahagia.”
Kita memang telah melewati masa lalu dan tengah menuju masa depan. Tetapi itu bukan berarti kita harus melupakan hari ini.. Hari yang tengah kita jalani ini juga punya hak untuk dihayati. Kita memang pernah merasakan kebahagiaan di masa lalu dan mengharapkan kebahagiaan yang lebih besar  di masa depan, tetapi itupun tak berarti bahwa kita harus kehilangan kebahagiaan hari ini. Setiap hari menyuguhkan kebahagiaannya masing-masing, dan kita wajib menikmati serta mensyukurinya.
Ada pepatah yang menyebutkan bahwa pelangi  selau terlihat di atas kepala orang lain. Tukang potong rambut melihat pagawai bank lebih enak  karena menurutnya pegawai bank  bisa main-main dengan uang setiap hari. Sementara pegawai bank melihat tukang potong rambut lebih enak karena menurutnya tukang potong rambut bisa memegang kepala orang seenaknya sendiri.
Kita melihat orang lain lebih enak dalam hidupnya, lebih bahagia dalam segala-galanya. Kita tahu dia hidup di rumah yang sangat menyenangkan. Kita tahu dia setiap hari naik mobil mewah, kita tahu dia setiap saat bersantap di restoran mahal, memakai pakaian-pakaian bagus, menggunakan perhiasan yang menyilaukan mata, kita juga tahu dia mempunyai hobi yang menghabiskan banyak uang tapi seolah tak pernah merisaukan uangnya. Tetapi barangkali, kita tak tahu kalau  dia saat ini sedang risau karena usahanya terancam bangkrut, tertipu oleh rekan bisnis, kita tak tahu kalau anaknya tengah dirawat karena kecanduan obat bius, sementara anak yang lain barusan kecelakaan di jalan, kita tak tahu kalau di tengah bingung karena mengidap suatu penyakit kronis, atap rumahnya bocor, sementara giginya sakit luar biasa dan perlu segera dicabut, kita tak tahu kalau di tengah patah hati karena suami atau istrinya berselingkuh, bahkan kitapun tak tahu bahwa mungkin saja besok umurnya habis dan hidupnya akan selesai. Pelangi ada di setiap kepala. Hanya saja, kita perlu berlatih untuk bisa melihatnya.
Ikan bisa berenang dalam air dengan lincah, bahkan menyelam sampai ke dasar lautan . Tapi kalau dia kemudian melihat burung dan ingin  bisa terbang, maka keinginannya bukan saja mustahil, tetapi dia hanya akan menyia-nyiakan potensinya sendiri.  Ikan telah memiliki sepasang insang yang bisa digunakan untuk bernafas dalam air, sementara burung memiliki sayapnya sendiri untuk terbang.
Setiap mahluk, setiap binatang, setiap tumbuhan, juga setiap manusia telah dianugerahi dengan berkatnya masing-masing, dengan potensinya masing-masing, dengan keistimewahannya masing-masing. Ynag perlu kita lakukan bukanlah melihat potensi orang lain, tetapi memusatkan perhatian pada bagaimana agar potensi yag kita miliki itu bisa ditemukan dan digunakan secara maksimal. Tuham memang telah menyediakan kayu bakar tetapi kitalah yang harus menyalakan koreknya..!
Zig Ziglar, penulis sekaligus pembicara yang penuh inspirasi itu menyatakan, “Tunjukkan kepadaku orang yang bersyukur, dan aku akan menunjukkan kepadamu orang yang paling bahagia.”
Kalau hari ini kamu dipecat dari tempat pekerjaanmu, ingatlah bahwa ada orang yang telah berpuluh-puluh tahun tak memperoleh pekerjaan. Kalau hari ini kamu kecewa karena putus cinta dengan kekasih, ingatlah orang yang belum pernah merasakan manisnya mencintai dan dicintai. Kalau hari ini kamu merasa malu karena sepatu yang kamu pakai telah terlihat aus, ingatlah orang yang tak punya kaki. Kalau hari ini kamu berkecil hati karena banyak ketobe dirambutmu, maka ingatlah para penderita kanker yang tengah dirawat di kemoterapi yang berharap rambutnya segera tumbuh agar  bisasegera diperiksa. Kalau hari ini kamu mengeluh karena terjatuh dan tersandung berkali-kali, ingatlah orang yang lumpuh. Kalau hari ini kamu mengutuk Negara tempatmu hidup tak bisa memberikan kesempatan yang baik, ingatlah Negara-negara lain yang tengah mengalami huru-hara peperangan dan kelapan. Kalau hari ini kamu merasa kesal karena merasakan beratnya tantangan yang harus dihadapi, ingatlah orang-orang yang tengah terbaring tak berdaya di rumah sakit. Kalau hari ini kamu bersedih karena terbaring sakit, ingatlah orang-orang yang terkubur di dalam tanah.
Beautiful Mind
Mereka yang seringkali memperoleh kesempatan dan nasib untung adalah mereka yang lingkungan komunikasinya luas dan menyenangkan.
Stephen Barret
Salah satu jalan paling mulus untuk bisa menjalin hubungan baik dengan orang lain  adalah dengan cara menjadi sosok yang kelihatan biasa-biasa saja. Jangan pernah takut keistimewaanmu akan hilang kalau kau tak memperlihatkannya, apabila kau memang istimewa, maka serapatpun kau menutupinya , suatu saat orang lain akan tahu keistimewaanmu, dan pada saat itu mereka justru akan semakin mendekat kepadamu.
Ingatlah bahwa cendrawasih yang indah tidak pernah berteriak-teriak bahwa dirinya cedrawasih, tetapi beo yang jelek dan kampungan selalu berceloteh tentang apa saja untuk mencari  perhatian.
Henry dan Dana Lee Thomas menulis sebuah buku berjudul Living Biographies Religious Leaders, yang mengungkapkan kehidupan filsuf besar Confucius. Mereka menyatakan komentar berupa pujian untuk filsuf ini dengan kata-kata berikut, “Dia tidak pernah mencoba untuk membuat mata orang lain silau karena pengetahuannya yang menyeluruh. Ia hanya mencoba untuk menerangi orang lain dengan kerendahan hatinya.
Confucius menyadari bahwa apabila dia memilih menjadi menara gading, orang memang akan mengagumi, tetapi tidak akan mendekati. Karena itulah kemudian dia memilih menjadi kerang yang menyimpan mutiara dalam tubuhnya. Dia hebat dan bernilai tinggi, tetapi orang lain tidak akan sungkap untuk mendekat. Itu pula ysng dinasehatkan oleh Aristoteles, “Berfikirlah seperti yang dilakukan oleh orang bijaksana, tetapi bicaralah seperti yang dilakukan oleh orng-orang kebanyakan.
Dalam salah satu essaynya, James R. Fisher, Jr menulis tujuh belas halyang harus kita lakukan untuk bisa melakukan hubungan baik dengan  orang lain. Di mana tujuh belas hal itu, ada delapan hal yang sangat penting untuk direnungkan. Pertama, “Untuk memiliki teman, kamu harus menjadi teman. Mulailah menjadi teman bagi dirimu sendiri”. Kedua, “ Keinginan terbesar dalam diri seseorang adalah menjadi  orang yang dibutuhkan. Bantulah menciptakan perasaan dibutuhkan  itu dalam diri orang lain.” Ketiga, “ Kebajikan terbesar adalah kebaikan hati. Kamu tidak mungkin mencintai setiap orang, tetapi kamu dapat berbaik hati kepada setiap orang.” Keempat, “ Jangan mencoba untuk mengesankan orang lain. Biarkan orang lain senang membuatmu terkesan. Kelima,” Kamu memberi pengaruh yang lebih besarterhadpa orang lain melalui  caramu mendengarkan, bukan dari caramu berbicara.” Keenam, “Gunjingan merendahkan orang yang menciptakannya  dari pada orang yang menjadi sasaran gunjingan.” Ketujuh, “Jika kamu memperolok seseorang, pastikan bahwa dirimulah  yang kamu perolok.” Kedelapan, “Tuluslah dalam memperhatikan sesame, ajak mereka bicara tentang diri mereka.”
Cobalah delapan hal ini dalam setiap kesempatan bersama orang lain, dan lihatlah…. Duniamu akan terasa lebih indah karena begitu banyak orang yang akan suka dekat denganmu dan mereka akan menjadi sahabat-sahabat baik yang akan mengelilingi kehidupanmu.
Bukalah Hatimu
Dewasa ini kaum papa dunia menatapmu. Apakah kamu membalas tatapan mereka dengan cinta kasih?
Apakah kamu memiliki perasaan belas kasihan terhadap mereka yang kelaparan? Mereka bukan hanya lapar roti ataupun nasi. Mereka lapar untuk dihargai sebagai manusia. Mereka ingin kamu tahu bahwa  mereka memiliki martabat. Mereka ingin diperlakukan  seperti orang memperlakukanmu. Mereka lapar cinta…
Komunitas saya sesungguhnya adalah kaum papa;  rasa aman  mereka adalah rasa aman saya kesehatan mereka adalah kesehatan saya. Rumah saya ada diantara mereka, bukan hanya kaum papa, tetapi yang terpapa diantara yang papa; mereka yang dijauhi karena berpenampilan sangat menjijikkan  akibat penyakit menular; tubuh penuh kuman dan tercemari kutu; mereka yang tidak datang ke gereja karena telanjang , mereka yang tidak sanggup makan karena tidak lagi memiliki kekuatan, mereka yang terbaring di jalanan dengan kesadaran akan mati. Tetapi sementara itu sesame mereka memalingkan muka saat melintas di depan mata. Dan orang-orang itu tidak dapat lagi menangis  karena air mata telah kering! Tuhan menghendaki saya di mana saya sekarang berada. Dialah yang akan memberikan jawaban-Nya….
Mother Theresa
Saya pernah mendengar suatu kisah yan begitu baik dalam mencerminkan bagaimana kerakusan menjadi pembunuh pemiliknya. Kisahnya tentang seorang berkebangsaan Perancis bernama Posque. Dia rakus dan sangat kikir meski menyimpan harta yang sedemikian banyaknya. Karena kerakusan dan kekikirannya itulah kemudian dia membuat sebuah sumur yang dalam di rumahnya, yang direncanakan untuk menyimpan harta bendanya. Sumur itu bertegnologi canggih yang bisa mengunci secara otomatis, sehingga dia tidak perlu khawatir kelupaan mengunci pintunya.
Sampai suatu hari dia memasuki sumur hartanya untuk mengambil beberapa uang simpanannya. Begitu dia sampai di dalam,  pintu sumur menutup dan mengunci secara otomatis. Posque baru sadar ketika dia hendak keluar tapi pintu sumur tak bisa digerakkan. Dia pun berterian-teriak minta tolong, tapi tak ada yang mendengar. Dia panic, ketakutan, berusaha menggedor-gedor pintu sumur, tapi pintu itu sedemikian kokoh hingga tak sedikitpun memberi celah.
Taka ada yang tahu nasib Posque hingga beberapa waktu lamanya, sampai kemudian rumah milik Posque dibeli oleh seseorang. Penghuni baru ini kemudian memeriksa seluruh isi rumah itu, dan mendapati sebuah sumur yang aneh. Dan saat dibuka, orang itu terkesima menyaksikan harta yang begitu banyak jumlahnya. Lebih terkesima lagi ketika matanya melihat sesosok mayat terkulai di tengah-tengah harta itu. Daging di beberapa bagian tubuh mayat itu tampak rusak seperti bekas digigit. Rupanya, ketika terkubur dalam sumurnya itu, Posque sampai memakan daging di tubuhnya sendiri karena tak kuat lagi menahan lapar. Posque mati bukan karena tidak memiliki harta , dia justru mati di tengah-tengah harta yang begitu banyak jumlahnya…

Kumpulan Subjektifikasi
Berpikirlah seperti yang dilakukan oleh orang bijaksana, tapi bicaralah seperti yang dilakukan oleh orang-orang  kebanyakan.
Aristoteles
Pada tahun 1876, Serikat Buruh Barat mengeluarkan memo, “Telepon ini terlalu banyak kelemahannya untuk bisa dipertimbangkan serius sebagai sarana komunikasi. Pada dasarnya, alat ini tidak berharga bagi kita”.
Ternyata terbukti bahwa telepon telah menjadi suatu yang sangat amat berharga. Bayangkan kalau saat ini tidak ada telepon!
Alat komunikasi jarak jauh ini telah memudahkan kehidupan berjutajuta orang. Telepon telah menjadi sesuatu yang sanagt penting sekali, baik di rumah, di perjalanan, di kator dan dimanapun.
Pada tahun 1967, Dr. Lee Forest, penemu tabung audion dan Bapak penemu Radio mengatakan, “ Terlepas dari segala kemajuan  ilmiah di masa depan, manusia tak akan pernah sampai ke bulan.”
Nyatanya , hari ini sudah begitu banyak orang yang pergi ke bulan semenjak Amstrong dan Aldrin sukses mendaratkan pesawatnya disana.
Pada tahun 1962, Decca Record menolak demo rekaman group The Beatles dengan alasan, “Kami tidak suka music mereka. Kelompok gitaris sudah ketinggalan zaman.”
Ternyata, The Beatles yang ditolak dan dianggap ketinggalan zaman itu mampu menjadi sebuah bom dasyat yang mengguncang seluruh dunia. Mereka juga kemudian dianggap sebagai bagian dari sejarah  yang telah melahirkan generasi music pop.
Kamu lihat? Apa yang dikatakan dan diyakini kebenara oleh mereka sekian tahun yang lalu itu hari ini telah menjadi kekonyolan besar! Jadi, mengapa masih harus ngotot mempertahankan suatu pendapat? Toh  pendapat hanyalah kumpulan subjektifikasi!
 Berentilah Sejenak
Hnaya ada dua cara menjalani hidup ini. Cara pertama adalah menganggap  seakan-akan tidak ada keajaiban, cara kudua adalah seolah-olah segala sesuatu adalah keajaiban.
Albert Einstein
Kita semua mungkin pernah mendengar  ungkapan: “Ingatlah untuk berhenti sejenak dan mencium harum bunga-bunga mawar.” Tetapi kenyataannya, berapa banyak dari kita yang sempat melungkan waktu hanya untuk mencium harum bunga mawar?
Berapa banyak sari kita yang punya kesempatan untuk melepaskan diri dari segala kesibukan untuk menyaksikan betapa menakjubkannya kehidupan ini?
Tubuh kita yang semula bayi tumbuh menjadi anak-anak, dan menjadi remaja, dan itu menyimpan begitu banyak arti. Rembulan muncul di setiap senja. Membawa sejuta bintang di langit yang biru, dan itu mempersaksikan begitu banyak keajaiban. Angin berhembus dan memberikan kesejukan, menenangkan pikiran bahkan  jiwa kita, dan itu karunia yang begitu besar. Matahari menyinari hari-hari kita, memberikan manfaat yang dibutuhkan tubuh, mengeringkan apa yang harus kering, menumbuhkan begitu banyak tumbuhan, dan itu adalah sesuatu yang luar biasa. Hujan mengguyur, menyuburkan tanah, memberikan kesempatan pada biji untuk  tumbuh dan bunga untuk mekar, mengairi kekeringan, membasahi ketandusan, dan itu berkat yang tak ternilai harganya. Manusia lahir dan mati, jumlah mereka sudah hamper mencapai milyaran, tapi tak pernah satupun sama dengan kita, baik yang telah mati, yang saat ini masih hidup, bahkan yang kelak akan dilahirkan, dan itu adalah mukjizat. Kita punya dua mata untuk melihat dan menyaksikan, dua telinga untuk mendengar, dua tangan untuk bekerja dan melakukan apapun yang kita inginkan, dua kaki untuk melangkah dan berjalan ke tempat manapun kita tuju, dua bibir untuk berbicara dan bernyanyi, lidah untuk merasakan manis dan lezatnya masakan, gigi untuk mengunyah makanan, dan semua itu salah berkat yang teramat besar. Dan daftar ini masih bisa diperpanjang dan diperpanjang lagi…
Kehidupan ini menyimpan dan menyampaika begitu banyak berkat, karunia, keindahan dan keajaiban, tapi kita terlalu naïf, atau setidakya terlalu sibuk untuk bisa memahami, mensyukuri apalagi menghayatinya.
“Ingatlah untuk berhenti sejenak dan mencium harum Bungan-bunga mawar…”
Mencari kebahagiaan
Tertawalah, maka dunia akan tertawa bersamamu. Menangislah, maka engkau akan menangis seorang diri. Dunia tua yang tabah harus memijam keriangan , karena sudah memiliki cukup kesulitan. Bernyanyilah, maka bukit-bukit akan menjawab. Mengeluhlah, maka keluhan akan lenyap di udara. Gema akan memantulkan bunyi  yang gembira dan mengelak dari keluh-kesah.
Ella Wheeler Wilcox
Timothy Dwight, mantan presiden Yale University, merumuskan, “Orang-orang yang paling berbahagia adalah orang-orang yang memikirkan hal-hal yang paling menarik.” McDougall, memberikan komentar yang hamper sama. Katanya, “Semakin kaya seseorang, dan semakin ia menjadi berkembang, semakin bersatu atau terintegrasi pribadinya, ia akan semakin mampu untuk mendapatkan kebahagiaan yang terus menerus , walau berada ditengah berbagai jenis kepedihan.” Aristoteles percaya bahwa kebahagiaan harus ditemukan di dalam  penggunaan intelektual, suatu jabatan  yang ditandai oleh kemampuan untuk mencukupi kebutuhan diri sendiri, watak pantang menyerah dalam berusaha, serta kemampuan untuk beristirahat. Sementara ahli matematika, Benedict Spizona, tiga ratus tahun yang lalu mengatakan, “Kebahagiaan tercapai karena manusia berusaha mempertahankan keberadaannya.”
Hari ini kamupun tentu telah memiliki definisi tersendiri mengenai  kebahagiaan.
Kesenangan berbeda dengan kebahagiaan. Kesenangan banyak memberikan kelepasan yang sifatnya sementara. Sedangkan kebahagiaan lahir dari pengalaman di mana energy mental dan emosional seseorang  diinvestasikan.
Prof. Mihaly Chikszentmihalyi
Ketika kita menikmati kekayaan, merasakan asyiknya memiliki uang yang banyak, itu bukan kebahagiaan, melainkan hanya kesenangan. Kebahagiaan yang sejati hadir ketika dalam perjuangan untuk memperolehnya. Dan bekerja keras adalah salah satu upaya untuk merasakan kebahagiaan sejati. Bayangkan akan seperti apa perasaanmu ketika kamu bisa memperoleh apa pun yang kamu inginkan di dunia ini tanpa sedikitpun usaha untuk memperolehnya? Hidup akan terasa sangat membosankan, bahkan menyedihkan. Contoh kasus yang paling nyata adalah Doris Duke, Jr. Pria yang namanya cukup popular ini lahir di sebuah rumah mewah di New York, sebagai seorang anak tunggal dari seorang multijutawan. Ketika beranjak dewasa, dia mampu memuaskan segala keinginannya. Namun saat meninggal pers menulis secara detail tentang kesunyian hidupnya yang sangat tidak bahagia.
Bahkan Oscar Wilde, yang dianggap sebagai gurunya kaum materialis itupun menulis, “Kekayaan biasa dapat dicuri dari seseorang, namun tidak dengan kekayaan sejati. Dalam rumah pembendaharaan jiwamu, ada hal-hal  yang benar-benar berharga yang tak dapat di rampas.”
Kebahagiaan itu ibarat kupu-kupu, yang luput dari genggaman tangan bila dikejar, tapi yang besar kemungkinan akan menghinggapi kita, bila kita diam dan tenang.
Natanhiel Hawtorne
Dalam salah satu penelitiannya, ahli psikologi William Marston pernah mengajukan pertanyaan kepad tiga ratus orang tentang, “Apa yang kamu miliki sebagai alasan untuk menghayati hidup? Sembilan dari sepuluh orang menjawab  bahwa mereka baru bisa menghayati hidup apabila sesatu yang telah ditunggu telah datang. Sesuatu itu bisa berbentuk pekerjaan yang lebih baik, rumah yang baru, warisan bernilai besar dan lain sebagainya. Mereka rela menggantungkan seluruh hidup, diri bahkan segala-galanya demi waktu, sementara waktu yang mereka tunggu tidak kunjung hadir dan belum pasti.
Orang orang yang sering menghadapi stress dan tekanan hidup seringkali adalah mereka yang tidak pernah belajar menghargai  apa yang oleh orang Perancis disebut le petit Bonheur, kebahagiaan kecil, ketika datang kepada mereka.  Ini sangat disayangkan karena kebanyakan kehidupan hanya mendapat sedikit sekali hal-hal dramatis yang luar biasa. Tetapi setiap hari ada le petit Bonheur, kebahagiaan kecil, yang bisa kita dapatkan.
Satu-satunya cara untuk hidup adalah menerima setiap menit sebagai mukjizat yang tidak dapat diulang lagi-dan memang demikianlah kenyataannya.”
Seseorang akan bahagia sejauh ia memilih untuk bahagia, dan taka da sesuatu pun yang mampu menghentikannya.
Alexander Sholzenitsyn
Duta besar Amerika dan bekas bintang cilik terkenal Shirley Temple Black mengutarakan cerita tentang suaminya, Charles, dan ibunya. Ketika Charles masih kecil, ia bertanya pada ibunya kapankah saat paling bahagia dalam hidupnya?
“Saat ini, sekarang,” jawabnya
“Tetapi , bagaimana dengan saat-saat bahagia lain di dalam hidupmu?” lanjutnya, terkejut.
“Bagaimana saat Ibu menikah dulu?”
“Saat terindahku pada saat itu adalah saat itu,” jawabnya. “Saat terindahku saat ini adalah saat ini. Kamu cuma bisa hidup di waktu kamu hidup saja. Jadi bagiku, saat ini adalah waktu paling bahagia.”
Ibu Charles Black memperlihatkan hikmat di dalam kalimat itu. Ketika kita berfokus pada masa lalu atau terlalu tajam menatap masa depan, maka kita merampok potensi hari ini.  Namun, ketika kita memberikan perhatian yang besar untuk saat sekarang, maka itu akan membuka diri kita pada semua kemungkinan  yang ada pada saat ini.
Kita bahagian karena kita tersenyum dan kita tersenyum  karena kita bahagia
William James
Kebahagiaan di hati memang menyunggingkan senyum di bibir, tetapi begitu juga sebaliknya, senyum di bibir akan  melahirkan kebahagiaan dalam hati. Inilah salah satu resep untuk menghilangkan rasa kalut, tak bahagia, rasa sedih dan kejengkelan. Karena itu, usahakan agar garis-garis mulut kamu selalu tertarik ke atas. Ketika kamu kalut, sedih, jengkel dan tidak bahagian hinga itu merusak harimu, cobalah duduk dengan santai. Lalu, cobalah untuk tersenyum. Tersenyum yang lebar hingga gigimu kelihatan. Apakah kamu masih merasa sedih dan kalut? Masih merasakan kejengkelan dan perasaan tak bahagia? Ketika bibirmu melengkung membentuk senyuman yang lebar seperti itu, tak bisa tidak , kamu pasti akan merasa bahagia, setidaknya hati sedikit menjadi tenteram. Mana mungkin kamu bisa marah atau kalut sambil tersenyum.?
Hidup tidak selalu mewujudkan apa yang kita inginkan, tapi membuat sesuatu menjadi baik, karena itulah cara mencapai kebahagiaan.
Jennie Jerome Churchill
Hanya ada satu cara menuju kebahagiaan, dan itu adalah berhenti meresahkan hal-hal yang berada di luar kekuasaan kemauan kita
Epictetus
Rahasia kebahagiaan ialah bukan melakukan apa yang ingin kau lakukan, tetapi belajar melakukan apa yang harus kau lakukan.
King George V
Sepanjang waktu akan terbuang sia-sia jika taka da tawa bahagia
EE. Cummings
Abraham Lincoln pernah mengatakan, “Orang-orang akan bahagia jika mereka membulatkan tekad mereka untuk bahagia.” Tapi, bagaimana cara menjadi bahagia? Pendeta Norman Vincent Peale punya jawabannya.  “Rahasia kehidupan yang lebih baik dan lebih bahagia adalah dengan melepaskan pemikiran lama yang mengecilkan hati, tidak menggembirakan dan kemudian memenuhi pikiran kamu dengan pemikiran yang baru dan positif; pemikiran tentang kebaikan, keberhasilan dan sukacita… Jalan menuju kebahagiaan adalah; bebaskan hatimu  dari kebencian, pikiranmu dari kekhawatiran. Berharaplah sedikit, berilah banyak. Lupakam diri sendiri, pikirkan orang lain.. Kebahagiaan tidak akan pernah datang jikakebahagiaan itu sendiri  yang menjadi tujuan. Kebahagiaan adalah produk sampingan dari suatu komitmen pada tujuan yang berharga.”
“Kita tidak tahu bagaimana hari esko. Yang bisa kita lakukan ialah berbuat  sebaik-baiknya dan berbahagian hari ini.
Samuel Taylor Coleridge
Berbahagialah. Hari ini adalah hari yang akan kita rindukan di tahun-tahun mendatang.
Anonimous
Dan Bagaimana dengan Cinta
Cinta yang terbatas ingin memiliki yang dicintai, tapi cinta yang tak terbatas hanya menginginkan cinta itu sendiri.
Kahlil Gibran
“Kita semua terlahir untuk cinta. Inilah prinsip eksistensi, dan satu-satunya tujuan.
Benjamin Disraeli
Hidup adalah petualangan cinta atau tidak bertualang sama sekali.”
Helen Keller
“Cinta adalah kemenangan imajinasi atas kecerdasan”
Henry Louis Mencken
“Cinta adalah satu-satunya kekuatan yang mampu mengubah musuh menjadi teman.”
Martin Luther King, Jr.
“Di mana ada cinta, di situ ada kehidupan.”
Mahatma  Gandhi
Takut mencintai sama hal nya takut pada kehidupan dan mereka yang takut  pada kehidupan, sebagian dirinya sudah mati.”
Bertrand Russel
“Bukti terbaik dari cinta ialah kepercayaan.”
Joyce Brothers
“Cinta adalah kecantikan jiwa.” St. Augustine
“Ambillah cinta. Itulah nafas dalam hidup kita.” Robert Browning
“Satu-satunya hadiah yang jujur  adalah cintamu.”
Ralph Waldo Emerson
Cinta adalah suatu kondisi  di mana kebahagiaan orang lain  juga menjadi kebahagiaan kita.
Robert Heinlein
“Ketika kita mencintai siap saja dengan sepenuh hati, kehidupan dimulai ketika kita bersamanya. Hanya bersamanya kita merasakan benar-benar hidup.”
William Barclay
“Waktu berjalan sangat lambat bagi mereka yang menunggu. Terlalu cepat bagi mereka yang ketakutan. Terlalu lama bagi mereka yang sedang merasa sedih. Terlalu pendek bagi mereka yang sedang merasa gembira. Tapi bagi mereka yang mencintai, waktu adalah sesuatu yang abadi.”
Henry Van Dyke
“Tahukah kamu bagaimana rasanya dicintai? Kamu merasakan seperti direngkuh oleh sayap malaikat.”
Scotty D. Ginsberg.

Kalau kamu telah berhasil menemukan seseorang yang merupakan cinta sejatimu; yang ingin kamu jadikan teman hidup seumur hidupmu; yang merupakan inspirasimumenuju sukses, yang menjadikan hidup ini terasa lebih berarti; yang merupakan pusat kehidupanmu; yang menarik, baik dalam fisik maupun dalam perilaku dan pemikiran;  yang ikut tertawa denganmu, menangis bersamamu; yang mencintaimu; yang ingin bekerja bersama-sama kamu membentuk kedamaian, cinta dan kekuatan; yang memenuhi diri kamu masing-masing, maka yakinlah bahwa kamu betul-betul beruntung dan terberkati.
Dan jika tidak…? Itu hanya berarti bahwa kamu belum menemukannya.

Kedukaan… Kesepian….
Tak perlu ada hati yang kesepian kalau mau mencari yang lebih kesepian, dengan cara melupakan diri sendiri, dan mencari mangkuk yang lebih kosong.
RidleyHavergal
Seorang ibun dirundung duka karena anak lelakinya meninggal dunia. Dalam kesedihannya itu dia datang pada seorang yang bijaksana, untuk mendapatkan resep agar anak lelakinya bisa hidup kembali, atau setidaknya dia bisa mengobati kesedihannya yang sangat besar itu. Orang bijaksana yang ditemuinya  menjawab, “Bawakan aku sebutir biji sesawi yang berasal darirumah yang tidak pernah mengenal duka, dan aku akan memberikan resep yang kau minta.”
Ibu itupun langsung pergi untuk melaksanakan apa yang diminta si bijaksana. Dia datang ke rumah demi rumah untuk mencari biji sesawi. Tetapi setiap kali dia mengetuk pintu rumah dan mengatakan maksudnya, dia selalu sijawab, “Anda datang ke tempat yang salah. Kami sudah berulang kali menghadapi duka. Bahkan kemarin..” Dan si tuan rumah itupun kemudian menceritakan kesedihan yang baru saja dialaminya. Ibu yang mencari biji sawi itu tersentuh dan berusaha menghiburnya dan membantu meringankan dukanya. Hal it uterus berlanjut,  dan setiap kali dia mengetuk pintu,  baik di gubuk reot maupun di istana megah, selalu ada duka yang pernah singgah di sana, dan ibu itu malah harus menghibur orang-orang itu. Tetapi dari situlah kemudian Ibu yang begitu sedih  karena ditinggal mati anaknya ini mulai merasakan bahwa kesedihannya sendiri tealah berkurang dan berkurang.

Ketika kita menghibur seseorang yang sedang sedih dan berduka, maka disitulah kita memperoleh obat untuk menyembuhkan rasa sedih dan duka kita sendiri.
Dr. Paul Tournier, seorang psikiater terkemuka dari Swiss pun sampai menyebutkan bahwa kesepian adalah penyakit paling menghancurkan pada jaman sekarang.” Dokter lainnya menimpali, “Tidak ada kondisi lainnya yang begitu akut, atau begitu universal , selain rasa kesepian.”
Kesepian adalah benih suatu kondisi  yang menumbuhkan banyak masalah yang merongrong jiwa manusia modern. Ia melanda tanpa melihat umur, tempat atau keadaan . Ia menyerang tanpa  menghiraukan jenis kelamin, warna kulit, ruang maupun waktu. Karena itu pula novelis popular Faith Baldwith sampai menulis, “Kesepian bisa menikam kita seperti pisau pada suatu pagi di musim semi atau pada petang hari di musim panas yang keemasan, tidak peduli dimana kita berada dan  apa yang sedang kita lakukan.”
Mungkin hari ini kamupun merasakan kesepian yang sama. Bagaimana mengobati rasa kesepian ini? Banyak dokter  dan psikiater  yang telah menguraikan solusinya, Banyak pendeta dan ulama yang telah mengkotbahkan fatwanya.  Salah satu yang bisa pula kita lakukan untuk mengobati rasa kesepian  itu adalah melakukan  apa yang telah ditulis Ridley Havergal dalam salah satu bait puisinya. “(Tak perlu) ada hati yang kesepian kalau mau mencari yang lebih kesepian, (dengan cara) melupakan diri sendiri, (dan)
Hanya mencari mangkok yang lebih kosong.”
Di sekeliling kitabanyak sekali “mangkuk yang lebih kosong).” Cobalah mengisinya  dan rasakan sendiri bagaimana kesepianmu akan menguap lenyap.

Menjenguk Nurani
Kebaikan hati adalah ketidakmampuan untuk tetap merasa tenteram ket ketika ada orang  lain merasa resah, kemampuan untuk  tetap merasa nyaman ketika ada orang lain merasagelisah, ketidakmampuan untuk tetap merasa senang ketika ada orang lain sedang gundah.
R. Samuel H.  Holdenson
Perdamaian lebih daripada sekadar menghentikan pertengkaran dan permusuhan. Lebih dari sekadar penghentian sementara perang dingin atau perang panas. Perdamaian adalah sesuatu yang positif. Kedamaian adalah hubungan khusus dengan Tuhan  dan  manusia  yang dibawa ke dalam hubungan istimewa itu. Kedamaian adalah realitas spritualis dalam hati manusia yang sudah melakukan kontak mata dengan Tuhan.
Dunia yang kita tinggali ini memerlukan berjuta-juta  maaf dan tindakan mengampuni, serta pertobatan yang sungguh-sungguh agar setiap kebencian , dendam, kejengkelan iri hari dan kemarahan bisa terkuras habis.
Maafkanlah…
Memaafkan bagaikan wangi semerbak yang tercium  di ruang tua.
Mark Twain
Kita tidak bisa mengharapkan semua orang bermanis-manis kepada kita. Ada kalanya orang lain menjadi duri yang selalu menusuk setiap langkah kita dalam hidup ini. Ada orang-orang yang begitu senang mengecam dan menyudutkan. Tetapi itu semua bagian dari kehidupan , bagian dari gerak langkah  kita menuju potensi yang kita miliki. Kalau kamu mengharapkan bisa terhindar dari kritikan  dan kecaman maka resepnya simple saja; jangan berbuat apa-apa,  dan jangan menjadi apa-apa. Jangan tunjukkan potensi-potensimu, jangan pernah berdiri tegak hingga bisa lebih tinggi dari orang lain agar  mereka yang  iri tidak bisa memperhatikan dan menyerangmu. Kecamandan kritikan menunjukkan  tanda bahwa  personalitasmu engandung daya.
Tanpa maaf, hidup ini diperintah oleh lingkaran setan kebencian dan pembalasan dendam
Roberto Assagioli
Saya pernah membaca sebuah nasihat yang baik sekali. Nasihat bijak itu berbunyi, “Cintailah musuh-musuhmu, karena merekalah yang menunjukkan kekurangan-kekuranganmu.”
Apabila kamu memiliki seorang yang begitu tak senang padamu, anggap saja itu sebagai  aset. Sebagaimana kita tahu, kita tidak selalu nisa membuat  setiap orang menyenangi kita. Karena itu, hadapi saja dengan kepala dingin. Mereka yang tak senang dengan diri kita memang akan mengatakan hal-hal buruk tentang kita, baik secara langsung maupun tak langsung. Tetapi dari sanalah biasanya  kita kemudian tahu kekurangan-kekurangan yang kita miliki, karena biasanya teman akrab  merasa sungkan untuk berterus terang. Ketika kekurangan-kekurangan kita dibuka dan dibongkar, yang harus kita kedepankan seharusnya bukanlah kemarahan, tetapi kesadaran untuk melihat diri sendiri. Apakah memang kita seperti itu? Kalau iya, kita bisa segera memperbaikinya. Tetapi kalau memang tidak, lupakan  saja. Jalani saja hidup ini denga tetap rileks. Toh orang yang menyenangi kamu lebih banyak dari pada yang tidak menyenangis!
Cara untuk menjadi bijaksana adalah tahu apa yang harus dimaafkan.
William James
 Salah satu  hal yang seringkali menodai keindahan hidup kita adalah adanya  orang-orang  yang kita benci. Mereka mungkin pernah menyakiti hati kita, merampas hak yang kita miliki , menghianati kepercayaan  yang kita berikan atau pun karena hal lain  yang tak sesuai  dengan hati kit. Tetapi sebenarnya , ketika kita membenci seseorang , yang paling dirugikan  dari kebencian itu adalah diri kita sendiri. Kita seolah terus-menerus menggendongnya  di pundak kita. Mungkin kita bisa menyatakan,  ‘ Kalau saya membencinya, dia akan menderita’. Boleh jadi  kita kemudian sulit tidur karenanya. Bahkan Dr. Redford Williams, seorang peneliti kedokteran perilaku  di Duke University Medical Center. Mengemukakan, “Kebencian mengakibatkan risiko, bukan hanya penyakit jantung, tetapi juga kematian oleh berbagai sebab.”
Satu-satunya cara untuk bisa melepas beban berat kebencian itu adalah dengan memaafkannya. Saat kamu telah memaafkannya  dengan tulus, rasakanlah, beban berat yang menghimpit itu pun seolah terlepas dari pundakmu.

Sesuatu yang Indah
Mendapatkan keuntungan tanpa risiko, pengalaman tanpa bahaya, dan imbalan tanpa kerja, sama mustahilnya dengan hidup tanpa dilahirkan
AP. Gouthey
Ketika sebutir berlian masih mentah,  bentuknya tak jauh  berbeda dengan batuan biasa. Wanita yang paling tergila-gila dengan berlian  pun mungkin akan kesulitan untuk bisa membedakan keduanya. Untuk bisa menghasilkan berlian yang berkilau, maka batuan itu harus digosok berulang-ulang tanpa henti. Semakin sering dan semakin banyak digosok, berlian itu pun akan semakin manampakkan kilauanya yang cemerlang.
Hal ini tidak jauh berbeda dengan emas, yang juga digilai banyak orang. Emas harus dibakar terlebih dahulu dengan api  yang teramat panas  untuk bisa menghasilkan kemurniannya.  Begitu pun dengan minyak wangi yang dihasilkan dari bunga. Bunga perlu diperah terlebih dahulu untuk bisa menghasilkan minyak wangi.
Kita juga bisa lebih indah dari berlian, lebih cemerlang dari emas, lebih wagi dari bunga, asalkan kita juga berani di gosok berulang-ulang dan dibakar panasnya  api kehidupan, serta diperas oleh semangat dan kerja keras. Karena itu, ketika badai menerjang, ketika krisis dan kegagalan berulang-ulang menghantam, ketika rasa sakit dan kepahitan memaksa untuk ditelan,  hayatilah bahwa itu proses ntuk mengeluarkan sesuatu yang paling indah , sesuatu  yang paling  cemerlang, sesuatu yang paling wangi  dari dalam dirimu!
Tahukah kamu, bagaimana proses terjadinya sebuah mutiara? Mula-mula sebutir batu pasir masuk  ke dalam tubuh seekor kerang  kerang yang lembek. Kerang itu tentu merasa kesakitan  yang luar biasa karena tubuhnya yang merah dan lembek  itu tertusuk-tusuk sebutir pasir yang tajam sementara dia tak bisa melepaskannya karena tak memiliki tangan  untuk mengambilnya. Dia menahan rasa sakit itu, membalut batu  pasir yang tajam itu dengan getah perutnya, dan terus berusaha mengalahkan rasa sakit itu sampai berhari-hari lamanya. Sakit yang pada mulanya  begitu pedih luar biasa , lamalama menjadi tak terlalu terasa lagi karena kerang sudah mulai terbiasa  dengan rasa sakitnya. Hal itu bahkan berlangsung sampai bertahun-tahun, dan tanpa disadarinya, sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus, dan rasa sakitnyapun semakin berkurang, semakin menghilang. Semakin lama  pula mutiara  itu berkembang semakin besar dalam tubuhnya. Rasa sakit yang menggigit  sudah menjadi sesuatu yang biasa. Dan di akhir proses itu, sebutir mutiara yang besar , utuh mengkilap,  dan berharga mahalpun terbentuk dengan sempurna, Rasa sakit dan air mata telah berubah menjadi mutiara, dan kerang itupun  menjadi jauh lebih berharga  disbanding dengan jutaan  kerang lain yang disantap  orang sebagai kerang rebus di pinggir  jalan…
Agenda Kehidupan
Seorang pemenang menatap pintu terhadap kegagalan masa lalu. Dengan meninjau kemunduran sementara kita sebagai batu  loncatan dan bukannya sebagai balok,  sandungan, kita bisa membangun jenis masa depan pribadi  yang akan memuaskan dan memberikan imbalan . Ynag penting adalah  apa yang kita  bawa ke dalam kehidupan,  bukan apa yang dibawa kehidupan kepada kita.
Art Garner
January
Tahun baru memberikan kesegaran yang baru. Kita seperti memasuki  kehidupan yang sama sekali baru, dan kalender di dinding atau di meja kitapun memberikan nuansa yang baru  karena kalender tahun kemarin telah habis. ‘Masa Tayang’nya. Kalender tahun ini tentu terlihat lebih putih dan lebih bersih karena memang kalender itu benar-benar baru, tidak lusuh seperti kalender tahun kemarin  yang telah satu tahun lamanya bekerja mengingatkan kita pada tanggal setiap hari.
Seperti kalender baru yang putih bersih, itulah kita saat memasuki tahun baru ini. Mungkin selama setahun kemarin  kita telah lusuh oleh debu-debu kehidupan, kinilah saatnya kita memasuki tahun baru dengan jiwa yang baru, semangat yang baru, pikiran yang baru, untuk menuju hidup yang lebih baru. Hari ini kita bisa segera memutuskan  apa saja yang akan tetap kita bawa dalam kehidupan. Barangkali hari-hari yang akan kita lewati di tahun ini  tapikiran kita dengan pola pikir yang lebih jernih. Mungkin perjuangan dalam meniti hidup akan sama beratnya dengan tahun kemarin, tetapi kita bisa memperbarui semangat kita untuk lebih gigih. Dan kalau kehidupan di tahun ini tetap memiliki warna yang sama dengan tahun  kemarin, kitapun bisa memperbarui mata dan hati kita untuk merangkaikan warna-warni itu hingga Nampak lebih indah.
Ucapkanlah selamat tahun baru untuk dirimu sendiri, dan tersenyumlah  dengan sepenuh optimism dalam melangkah memasuki hidup yang baru…
Februari
Apa yang menjadikan hidup ini terasa lebih indah? Salah satu jawabannya adalah karena kita masih bertemu dengan orang-orang yang memberikan senyumannya untuk kita. Pernahkah kamu merenungkan betapa kuatnya pengaruh senyuman? Banyak sekali teori  yang mengajarkan tentang manfaat  senyuman, baik dari segi kesehatan, psikologi  sampai pada hubungan antar manusia. Senyuman adalah lekungan lembut yang mampu meluruskan banyak hal.
Senyuman memperkaya mereka yang menerimanya tanpa harus  membuat lebih miskin mereka yang memberikannya. Ini hanya memerlukan waktu sesaat, tetapi kenangannya kadang-kadang bertahan selamanya. Tidak ada seorangpun  yang begitu kaya atau perkasa sehingga dia bisa hidup tanpa senyuman, tidak ada seorang pun  yang begitu miskin tetapi dia bisa diperkaya olehnya. Senyuman menciptakan kebahagiaan di rumah, mendorong itikad baik dalam bisnis, dan merupakan pertanda persahabatan. Senyuman mendatangkan istirahat kepada orang yang kelelahan , kegembiraan kepada orang  yang patah semangat, sinar matahari kepada orang yang sedih, dan itu merupakan penawar alam yang terbaik untuk kesulitan.  Namun, senyuman tak bisa dipinjamkan atau dicuri, sebab itu adalah sesuatu  yang tidak ada nilainya  bagi siapa saja kecuali kalau diberikan. Beberapa orang terlalu kelelahan  untuk memberikan kamu senyuman. Berilah mereka senyumanmu. Sebab tidak ada orang yang begitu membutuhkan senyuman seperti dia yang tak punya lagi senyuman untuk diberikan.
Maret
Dalam Essayya, “Self Reliance”, Emerson mengatakan, “Pada suatu saat di dalam kehidupan masing-masing, manusia akan tiba pada suatu keyakinan yang menyatakan bahwa  iri hati adalah kebodohan; barang tiruan sama dengan bunuh diri. Maka setiap orang harus mau menerima dirinya sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, tidak lebih…
“Walaupun  di dunia ini penuh kebaikan, tapi tak ada biji jagung yang berisi bisadiperoleh manusia tanpa bersusah-payah terlebih dahulu untuk menanamnya. Kemampuan yang tinggal  di dalam diri seorang manusia merupakan  hal baru dalam  alam  ini. Tak ada orang lain selain  diri sendiri yang mengetahui apa yang harus dilakukan, dan ia tidak akan  mengetahui sebelum berusaha..”
April
Tempat tinggal saya  cukup dekat dengan  daerah pantai. Setiap musim liburan , saya sering mengisi waktu dengan pergi kesana  bersama keluarga. Biasanya, untuk menarik pengunjung pada musim  liburan seperti itu, pihak pantai menyelenggarakan acara ‘pelayaran keluarga’. Acara ini cukup menarik minat,  karena terbukti banyak orang yang antri  untuk mendapatkan tiket. Orang-orang itu kemudian  naik  ke sebuah kapal berukuran  tak terlalu besar, dan  ketika mereka meninggalkan pelabuhan, mereka tidak menuju ke suatu pulau  atau lokasi  tertentu melainkan hanya pergi ke tengah laut dan berputar-putar selama  sehari atau setengah hari.  Dalam kapal itu mereka biasanya tertawa-tawa sambil menikmati ndanya pemandangan di tengah laut. Sampai kemudian mereka kembali lagi ke pelabuhan  tanpa tahu baru kemana mereka pergi, kemana mereka berlayar barusan, karena pelayaran itu memang pelayaran tanpa tujuan.
Persoalannya, banyak orang yang hidupnya mirip dengan itu. Mereka pergi tanpa tujuan tertentu. Mereka berada dalam  rangka yang tak jelas  dan mengisi waktu dengan  mengejar kesenangan  atau terlibat  dalam aktivitas yang  memanfaatkannya belum diketahui Sementara itu, mereka hanya berputar-putar  di tengah-tengah kehidupan , sampai pada akhirnya , akhir mereka tidak lebih baik daripada ketika mereka mulai. Pelayaran tanpa tujuan mungkin cara yang bagus  untuk meghabiskan beberapa  hari libur kita, tetapi itu bukan cara ita untuk menghabiskan hidup.
Mei
Victor Hugo menyatakan, “Harapan adalah kata yang telah dituliskan Tuhan di atas kening setiap manusia.”
Apa yang menyebabkan kita masih bisa hidup sampai hari ini? Salah satu jawabannya adalah  karena kita masih memiliki harapan. Ada pepatah  yang mengatakan bahwa manusia dapat hidup tiga hari tanpa makan, tapi  manusia tidak bisa hidup satu haripun  tanpa harapan. Karena harapanlah, kita masih bisa eksis dan survive mengarungi  hidup yang sering kali terasa berat ini. Ketika hari ini kita jatuh,  kita berharapa besok bisa bangkit kembali. Kalau hari ini kita bisa bersedih, kita berharap besok dapat kembali tertawa. “Harapan”, kata Samuel Johnson, “Barangkali adalah kebahagiaan untama yang dapat dicapai oleh dunia ini.” Sementara Martin Luther menyebut , segala hal yang dilakukan di dunia ini dilakukan oleh  harapan..”
Meski seringkali harapan menghianati kita, meski terkadang juga harapan justru  mengecewakan kita, tetaplah berharap, tetaplah menaruh harapan  mesi dalam keadaan sepahit dan segetir apapun , karena hanya dengan memiliki harapan itulah  kita bisa tetap mempertahankan hidup.
Psikiater Flanders Dunbar pernah menulis tentang dua pasien  kardio-vaskuler dengan tingkat keparahan yang sama. Pasien yang satu berkata, “Saya sudah putus asa, Dokter. Kalau memang saya harus mati, saya sudah pasrah.
 Sementara pasien kedua berkata, “Saya harus berusaha melakukan sesuatu untuk bisa sembuh.” Pasien yang pertama kemudian meninggal, sedangkan pasien yang kedua berhasil sembuh.
Harapan adalah salah satu hal yang vital dalam kehidupan ini. Ketika kita berharap, kita telah meletakkan diri kita pada tempat yang bijak; jika kegembiraan  yang datang, harapan akan membuktikan kebenarannya. Jika tenyata bencana yan datang, harapan akan memperkuat diri kita  untuk meghadapinya. Jadi, teruslah berharap meski hidup terasa semakin berat!
Juni
Tuhan  Yang Maha Besar akan memberikan segala yang terbaik, segala yang terbesar dalam hidup ini menurut kesiapan mental kita. Kalau kita datang ke gudang karunia-Nya dengan membawa sebuah tas kecil, kita pun  akan mendapatkan  sebanyak tas kecil. Kalau kita datang dengan membawa truk muatan, kitapun  akan menerima muatan sepenuh isi truk. Kita hanya bisa menerima menurut besar kecilnya keyakinan dalam pikiran kita, dalam hati kita. Karena itu, selalulah berpikir besar, berhati besar.
Semua orang besar membayangkan diri mereka besar sebelum mereka mencapai impian mereka. Klau kita mempelajari biograpi orang-orang besar, kita kan tahu bahwa kebesaran  yang telah mereka capai berawal dari sebuah impian. Tetapi mereka tidak berhenti hanya sebatas impian. Mereka bertindak , mengambil langkah konkrit untuk mewujudkan impian itu. Impian adalah semacam  proyeksi dari bagian  dalam diri kita. Apakah sebenarnya proyeksi  itu? Menurut definisi bahasa,  proyeksi  adalah suatu bagian dari diri kita yang kita lontarkan  ke depan. Makin besar kita memprogramkan  citra diri kita , makin muluklah impian kita. Dan yang paling mengherankan  adalah bahwa suatu impian , betapapun muluknya, seringkali lebih mudah dicapai dari pada dugaan kita.
Juli
Dua ratus tahun yang lalu, manusia harus memotong dan menggotong kayu dari hutan untuk bisa memasak makanan. Manusia harus mengangkut air  untuk bisa mandi  dan minum. Mereka harus berjalan kaki atau menunggangi hewan untuk pergi kemanapun . Mereka harus menggunakan kekuatan fisik semata-mata untuk mengangkat apapun yang dibutuhkan dalam kehidupannya.
Hari ini kita hidup dalam dunia yang telah begitu modern di masa kompor gas telah menggantikan kayu bakar, dan air bisa mengalir sendiri  ke dalam setiap bak madi di rumah kita. Mobil dan kendaraan bermesin telah memudahkan perjalanan  dan traktor telah banyak membantu  dalam urusan pengangkutan barang-barang berat.  Tetapi itu bukan berarti  bahwa hidup kita saat ini telah menjadi  lebih mudah disbanding dengan  kehidupan di masa lalu. Tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan di masa kini sama beratnya, atau bahkan  lebih besar, dengan tantangan yang dihadapi  oleh orang-orang di zaman  lampau. Hanya bentuknya yang berbeda. Satu-satunya hal yang harus kita tekankan dalam diri kita sendiri adalah memastikan bahwa kita telah memiliki pikiran yang sama modernnya dengan kehidupan sekarang ini. Sungguh ironis jika kita menghadapi hari ini dengan pla pikir seperti orang di masa lampau.
Agustus
Banyak orang yang berfikir bahwa sukses adalah  memiliki kekayaan  besar seperti yang dimiliki Bill Gates , atau mem[unyai kecerdasan seperti Albert Einstein, atau  bisa memiliki kehebatan berbisnis  seperti Donal Trump, atau memiliki keindahan fisik seperti Brooke Shield, atau bisa memiliki imajinasi sehebat Walt Disney, atau setidaknya memiliki hati yang luar biasa sebagaimana Mother Theresa.
Kalau ukuran sukses adalah seperti itu, maka barangkali kita tak puna kesempatan menjadi sukses. Setiap orang, setiap individu, mempunyai makna suksesnya sendiri-sendiri yang pribadi sifatnya. Karena sukses yang sebenarnya bukanlah tujuan , melainkan hanya sebuah sarana , sebuah perjalanan, maka seharusnya sukses  bukan  lagi suatu cita-cita jauh di masa  depan, tetapi sukses adalah kenyataan hari ini.
Kolumnis Whit Hobbs menegaskan, “Sukses itu adalah bangun di pagi hari, untuk setiap orang, di manapun kamu berada, apakah kamu tua atau muda, dan bangkit dari tempat tidur  karena ada sesuatu   di luar sana yang harus kamu kerjakan, yang kamu yakini, yang  bisa kamu lakukan dengan baik, sesuatu yang lebih besar, dan kamu tidak sabar untuk segera melakukannya lagi hari ini.”
September
Yang berarti sebenarnya bukanlah  apa yang akan kamu kerjakan, melainkan apa yang sedang kamu kerjakan sekarang. Banyak orang yang tidak sukses  mempunyai penyakit yang disebut oleh John Maxwell sebagai ‘penyakit suatu hari’. Mereka terbiasa menunda-nunda dan berkata akan melakukannya  pada suatu hari. . Mereka bisa berdalih menunggu waktu yang tepat, menantikan kesempatan yang tepat , menantikan kesempatan yang tepat  atau menunggu usia yang tepat. Padahal, pepatah Inggris mengatakan bahwa “suatu hari berarti tidak satu haripun”. Mereka seharusnya telah dapat melakukan sesuatu yang akan membawa nilai ke dalam hidup mereka  sekarang.  Karena itu, cara terbaik untuk memastikan sukses adalah mulai bertumbuh  sekarang juga. Di manapun kamu memulainya, jangan pernah berkecil hati, karena orang  akan tiba  di tempat mereka memulainya   Selalulah ingat bahwa usia yang tepat adlah sekarang, tempat yang tepat adalah disini, dan waktu yang tepat adalah hari ini.
Oktober
Saat ini, jumlah orang yang tidak memiliki tujuan sangat mengherankan. Sayanganya, orang tanpa arah tujuan hidup ini  bukanlah tambah berkurang, tapi kelihatannya jumlahnya semakin bertambah. Penulis pemenang Pulitzer Price, Katherine Anne Porter  memperhatikan, “Saya terkejut dengan banyaknya orang yang hidup tanpa tujuan. Lima puluh persen tidak peduli kemana mereka akan pergi; empat puluh persen  belum memutuskan kemana  mereka kaan pergi dan sisanya akan pergi kemana saja. Hanya sepuluh persen yang tahu apa yang mereka inginkan, namun  itu pun tidak semuanya pergi ke situ.
Cita-cita, harapan atau impian  memberikan kamu sesuatu yang  konkret untuk difokuskan, yang akan meberikan dampak positif pada tindakanmu. Seperti yang diucapkan James Allen, “Kamu akan menjadi sekecil keinginan yang mengontrolmu, sebesar aspirasi  dominanmu.” Cita-cita dan harapan serta impian akan menolongmu memfokuskan perhatian  pada sasaranmu dan membuatnya menjadi  aspirasi dominanmu. Mereka membantu kamu  untuk mengetahui kemana kamu akan pergi. Dan sebagaimana yang ditulis  oleh filsuf dan pujangga Ralph Waldo Emerson, “Dunia memberi jalan bagi orang yang tahu kemana ia akan pergi.”
November
Sebagaimana yang telah kamu tahu, kehidupan mengajarkan dan menganut hokum tabor-tuai. Apapun yang kan kita tanam maka yakinilah bahwa itulah yang akan kita dapatkan. Kalau kita menanam biji anggur, tak usah mengkhayalkan   biji itu  akan menumbuhkan pohon durian, meski tiap hari kita memupuknya dengan pupuk khusus untuk durian, misalnya. Bumi tidak terlalu bodh untuk bisa dibohongi  seperti itu. Tetapi juga,  kalau kita menaburkan dua puluh buji di tanah, tidak berarti bahwa kedua  puluh biji itu akan tumbuh semuanya.  Mungkin sepuluh biji akan mati, lima  akan dimakan binatang, tiga membusuk, dan hanya tinggal dua saja yang tetap tumbuh. Kita bisa mungumpat dan menyatakan itu tidak adil. Tetapi, itupun bagian dari hokum tanam, bagian dari peraturan kehidupan.
Bukankah untuk mendapatkan seorang karyawan yang  potensial kita perlu mewawancarai  dua puluh calon karyawan? Bukankah untuk mendapatkan seorang pelanggan kita perlu berjuang  dulu untuk mendapatkan kesekian  ratus pembeli? Bukankah untuk memperoleh seorang sahabat  sejati  kita perlu mengakrabi  sekian banyak rang terlebih dahulu?  Bukankah untuk bisa mendapatkan  masakan yang paling lezat kita terlebih dulu mencoba di banyak rumah makan? Semuanya itu hanyalah bagian  dari proses hidup yang bukan saja  perlu dijalani, tetapi juga perlu dipahami.
Desember
Ini adalah bulan terakhir, hari terakhir tahun ini. Nanti malam adalah malan tahun baru., di mana kita akan kembali memasuki sebuah kehidupan yang  baru kembali. Malam tahun baru bisa kamu gunakan untuk flash back, mengevaluasi segala hal yang  telah kamu lakukan selama setahun ini. Kamu bisa menilai apakah ada peningkatan ataukah justru penurunan dari tahun kemarin. Dan mulai malam nanti, kamupu n sudah bisa mulai merencanakan langkah selanjutnya untuk  mengisi tahun baru, kehidupan baru yang  akan segera tiba. Merasakan hidup selama satu tahuna dalah pegalaman  luar biasa dan itu se buah anugerah yang tak ternilai  yang telah diberikan Tuhan  kepada kita. Nanti malam, saat jalanan penuh sesak, bunga-bunga api menghiasi langit dan suara terompet memecah  udara, kamu bisa sejenak ikut dalam kegembiraan itu. Tetapi, ada hal yang lebih penting dari itu, yakni mengucap syukur kepada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk memasuki kehidupan  yang baru, sekali lagi…

Peale, Norman Vincent. 1998. Nikmatilah Hari yang Indah (terj.), Philip & Magdalena Karauwan, Professional Books.
Hoeda Manis . 2004. Gapailah Impianmu, Affhar. Semarang.

s

Inspirasi kehidupan Dina Masa remaja hanyalah tujuh tahun, begitu singkat, tetapi ketujuh tahun ini mempengaruhi enam puluh satu sisanya...